Siswa SMK Diduga Dibully dengan Cara Disetrum, Begini Faktanya

eportal.id, Bekasi – Dunia maya kembali digegerkan dengan beredarnya sebuah video seorang siswa SMK di Bekasi yang diduga menjadi korban bully.

Video itu pertama kali disebar di Instagram oleh akun @omah_lambe dan telah ditayangkan hampir 20.000. Dalam video itu, terlihat siswa SMK itu disuruh memegang kabel pengapian kendaraan roda dua.

Sedangkan teman-temannya mengelilingi dia, sesekali terlihat temannya menoyor kepala siswa SMK tersebut. Akun itu pun memberikan caption video itu:

“lagi dan lagi shaydi duga bullying terjadi lagi kali ini menimpa siswa salah satu STM di bekasi selatan jadi ceritanya korban lakuin kesalahan kecil pas praktek dan dihukum suruh pegang kabel pengapian sepeda motor trs di stater ya pasti kesetrum lah kaya gini laporin aja yes”.

Baca Juga:  Pulihkan Perekonomian Dampak Pandemi Corona Walikota Probolinggo Buka Bursa Mobil

Ternyata kejadian dugaan bully itu terjadi di Kota Bekasi, tepatnya di SMK Bisnis dan Teknologi Bekasi, yang beralamat di Jalan Cikunir Raya, Kelurahan Jaka Mulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kejadian itu juga dibenarkan oleh pihak Polsek Bekasi Selatan.

“Iya betul, soal video viral itu berada di sekolah Bistek Cikunir (SMK Bisnis dan Teknologi),” kata Kanit Binmas Polsek Bekasi Selatan, AKP Puji Astuti, saat dikonfirmasi, pada Jumat (7/2/2020), dilansir tribunnews.

Akan tetapi menurut Puji, kejadian itu bukanlah bully atau tindakan perundungan seperti apa yang ramai di video viral. Pihaknya telah mendatangi pihak sekolah maupun siswa SMK tersebut.

Dijelaskan juga bahwa siswa itu merupakan calon mekanik, sehingga sejak dini harus belajar dan mempersiapkan diri tentang kelistrikan kendaraan.

Baca Juga:  Inilah Bocah Gorontalo yang Ada dalam Pecahan Uang Rp 75 Ribu

Puji juga telah menanyakan seberapa bahaya saat memegang pengapian kendaraan roda dua itu. Dijelaskan bahwa hal itu tidak berbahaya.

Puji menambahkan, pihaknya akan melakukan bertemu kembali baik pihak sekolah, siswa SMK itu maupun teman-temannya.

“Kami akan mediasi ke pihak sekolah dan korban. Karena sekolah merasa tercoreng begitu juga korban ini jadi takut dan bingung kok bisa viral dengan kata-kata di bully gitu,” kata Puji dilansir tribunnews. 

(rnd)

Kunjungi Juga

Percepat Warga Ter Vaksin, 21 Polsek Di Probolinggo Dijadikan Gerai Vaksinasi

Probolinggo – Terus bertambahnya warga terpapar COVID- 19 di Kabupaten Probolinggo, 21 polsek dibawah naungan …

Walikota Probolinggo Refocusing Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Probolinggo, Untuk Penanganan COVID- 19

Probolinggo – Walikota sekaligus ketua Satgas COVID- 19 Kota Probolinggo, melakukan langkah refocusing anggaran perjalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *