Sosialisasi Saber Pungli sesuai Perpres Nomor 87 tahun 2016, tentang Satgas Saber Pungli yang digelar di Kota Probolinggo

Probolinggo – Sosialisasi Saber Pungli sesuai Perpres Nomor 87 tahun 2016, tentang Satgas Saber Pungli yang digelar di Kota Probolinggo, ternyata masih banyak aduan pungutan liar yang dilakukan oknum di segala lini. Sabtu (20/11/2021).

Tim Satgas bersama pungutan liar, saber pungli Republik Indonesia, dalam sosialisasinya, Seketaris Satgas Saber Pungli RI, irjen Pol Agung Makbul, menjalankan masih banyak pungli di segala lini baik di pemerintahan maupun swasta.

Pungli sendiri berarti meminta sesuatu uang dan sebagainya kepada seseorang, lembaga atau perusahaan diluar peraturan yang lazim.

Ada beberapa pengurusan yang sering terkena Pungli, mulai mengurus akta lahir, pendidikan, perijinan dan sertifikat, mencari pekerjaan, hingga mengurus surat kematian.

Data dari Satgas Saber Pungli tahun 2016 sampai 2020, ada 44 ribu lebih terkena operasi tangkap tangan dari berbagai lini, dengan tersangka 63 ribu lebih, dengan kerugian negara mencapai 325 miliar lebih.

Baca Juga:  Wanita Seksi Bagi-bagi Uang ke Tukang Ojek, Warganet: Itu Nikita Mirzani Ya?

Irjen Pol Agung Makbul, Sekretaris Satgas Saber Pungli RI, mengatakan masyarakat harus berani melaporkan aksi pungutan liar yang mempersulit segala urusan maupun pungli kasus, baik melalui hotline ke kantor Satgas Saber Pungli, maupun ke Posko Satgas Saber Pungli yang berada di jalan Mastrib, pasti akan kita tindak, dan puluhan ribu laporan Pungli sudah kita tangani, namun himbauan presiden Jokowi, lebih mengutamakan pencegahan aksi pungutan liar di berbagai daerah, dengan cara sosialisasi.

“Warga harus wani, atau berani melaporkan temuan aksi pungutan liar, baik melalui website, atau di posko yang sudah ada di jalan Mastrib, pasti akan kami tindak, sudah puluhan ribu kasus Pungli kita tangani, namun perintah dari presiden RI Jokowi, lebih ke pencegahan aksi dan perbuatan pungutan liar dan sosialisasi ke daerah – daerah untuk meminimalisir Pungli’ tegas Irjen Agung, saat dikonfirmasi di ruang pertemuan Hotel Bromo Park.

Baca Juga:  Komandan Kodim 0820/Probolinggo Tinjau Pelaksanaan Vaksin Anggota nya

Dalam sosialisasi ini, ada salah satu pengusaha properti mengeluarkan keluh kesahnya sering mendapat Pungli oknum terkait saat mengurus perizinan dan sertifikat pemecahan tanah yang akan dibangun perumahan.

Jumlahnya sekali mengurus ijin properti dan pemecahan bisa sertifikat mencapai 2 sampai 5 juta rupiah, jika tidak membayar uang yang dimaksud maka pengurusan baru selesai 4 bulan.

Muhamad Sahroni, pengusaha properti asal Kota Probolinggo, mengeluh dalam pengurusan ijin dalam pengurusan properti, dan jika tidak memberikan uang lebih, proses suratnya lama, kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, untuk melakukan pemantau di kantor pemerintahan, dan semoga ada posko Satgas Saber Pungli, aksi pungutan liar bisa dihentikan.

“Semoga dengan adanya Posko Satgas Saber Pungli disini, pungutan liar tidak lagi, karena saya sebagai pengembang dibidang properti, selalu kesulitan dan lama dalam mengurusi surat ijin, jika di kasih sesuatu, baru surat dipercepat selesai” ujar Syahroni.
Sekretaris Satgas Saber Pungli RI, meminta, agar warga lebih berani dalam melaporkan segala bentuk temuan apapun tentang praktik Pungli yang dialami saat mengurus sesuatu baik pemerintahan, kepolisian, dan istansi lainnya.

Kunjungi Juga

Pasca Kenaikan Harga BBM, Polres Probolinggo Siagakan Personel di Sejumlah SPBU

Probolinggo – Menindaklanjuti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di seluruh Indonesia, Polres Probolinggo, …

Ajang Pencarian Bakat Golden Talent Hunt 2022

Ajang Pencarian Bakat Golden Talent Hunt 2022

GOLDEN TALENT HUNT hadir pada 80 titik di Nusantara. Mengajak seluruh element masyarakat untuk ikut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *