Sudah diputus MA, Nasabah Koperasi Mitra Perkasa Kota Probolinggo Tagih Uang Tabungan Ke Mantan Ketua

Probolinggo – Kembali para nasabah meminta nasib uang tabungan segera dikembalikan ke dua orang penggugat Zulkifli Chalik, mantan ketua 1 dan tergugat ketua Koperasi Mitra Perkasa, Welly Sukarto, agar melaksanakan keputusan Mahkamah Agung RI, yang sudah ingkrah, Rabu (17/1/2021).
Putusan Mahkamah Agung RI, menghukum tergugat, Zulkifli Chalik, pendiri dan mantan ketua 1 Koperasi Mitra Perkasa di jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, untuk membayar secara tunai dan sekaligus, senilai Rp 146 Milyar ditambah bunga 6 persen selama 2 tahun sebanyak Rp 14 Milyar, total Rp 155 Milyar ke penggugat yakni KSU Mitra Perkasa, diwakili Welly Sukarto, selaku ketua saat ini.
“Diputusan MA, tidak disebutkan pailit dan kurator, dalam perkara antara KSU Mitra Perkasa dan Zulkifli Chalik mantan ketua 1 dan sekaligus pendiri koperasi, diputusan jelas – jelas tergugat Zulkifli Chalik untuk membayar uang tunai sekaligus dengan nilai yang sudah diputuskan, namun kenapa belum melaksanakan keputusan yang sudah berkekuatan hukum tetap, malah tergugat melakukan upaya PK (Peninjaun Kembali) atas putusan MA, dari pada dibuat bayar biaya perkara terus menerus, alangkah baiknya uang dibuat bayar hutang, dan duduk bareng antara pengugat dan tergugat, untuk menyicil uang nasabah yang dipakai” ujar salah satu nasabah KSU Mitra Perkasa, Yunus, saat dikonfirmasi.
Juga dikatakan Anang Sukrisna, uang tabungan di Koperasi Mitra Perkasa, sebanyak Rp 1.050.000.000 Milyar, kasus polemik ini, yang jelas tergugat Zulkifli Chalik punya hutang dan harus dibayar, kasian nama baik dan keluarganya, bagaimanapun hutang wajib diselesaikan, tidak boleh dibawa mati, polemik kasus perdata sudah 2 tahun lamanya tidak kunjung selesai.
“Kasus ini sudah ada putusan tergugat Zulkifli Chalik, harus membayar uang tunai ke penggugat KSU Mitra Perkasa, namanya hutang wajib dibayar, sayang nama baiknya dan keluarga, hutang tidak boleh dibawa mati” jelas Anang.
Penggugat Ketua 1 Koperasi Mitra Perkasa, Welly Sukarto, saya berharap ke Zulkifli Chalik, selaku tergugat, untuk duduk bareng menyelesaikan masalah pengembalian uang nasabah KSU Mitra Perkasa, kami minta maaf jika ada salah kata ke tergugat, pada intinya mari selesaikan uang nasabah, karena sudah ada penetapan putusan MA yang sudah ingkrah.
“Mari duduk bareng selesaikan bersama masalah uang nasabah Koperasi Mitra Perkasa, karena sudah ada putusan berkekuatan hukum Mahkamah Agung, tergugat harus membayar uang tunai sekaligus, dan sudah ada nilainya ditambah bunga 6 % selama 2 tahun, kasihan nasib nasabah, jika etika baik tidak digubris, akan melakukan upaya hukum kembali” tegas penggugat, Welly Sukarto.
Namun dikatakan Abdul Wahab Adhinegoro, kuasa hukum tergugat, langkah dilakukan pengugat hanya pencitraan, kita masih melakukan upaya PK (Peninjauan Kembali) terhadap putusan Kasasi No 576 K/ PDT/ 2020, dikeluarkan tanggal 22 April 2020.
“Kita masih melakukan PK terhadap putusan Kasasi, amar putusan berbunyi, mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon Kasasi Zulkifli Chalik dan membatalkan keputusan Pengadilan Tinggi Surabaya 266/ PDT/2019/PT Surabaya, tanggal 27 Mei 2019, yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Probolinggo No 37/PDT.G/2018/PN PBL tanggal 28 Februari 2019, apa yang dilakukan penggugat hanya pencitraan saja ke nasabah” kata Abdul Wahab, kuasa hukum tergugat.
Diberitakan sebelumnya, pencairan dana dibatasi, koperasi ini dilurug nasabah.

Kunjungi Juga

Launching Gerai Vaksin Drive Thru, Kapolres Probolinggo: Program Unggulan dan Akselerasi Vaksinasi

Probolinggo – Polres Probolinggo kembali membuat inovasi untuk mendukung percepatan vaksinasi dengan Gerai Vaksin Presisi …

Hari Santri Nasional VII Pegawai Pemkot Probolinggo 8 Hari Bersarung Dan Berjilbab

Probolinggo – Ada pemandangan unik seperti di suasana pondok pesantren di Hari Santri Nasional ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *