Takut Pelanggan Lari Produsen Tahu Kota Probolinggo Perkecil Ukuran

Probolinggo – Takut pelanggan lari, produsen tahu di Kota Probolinggo, nekat tetap memproduksi tahu meski ukuran dan takaran kedelai lebih dikurangi, mahalnya kedelai juga membuat pemilik pabrik tahu merumahkan sejumlah pegawainya. Selasa (22/2/2022).

Saat ini harga kedelai di Kota Probolinggo, mencapai Rp 11,500 per kilogramnya, dengan kondisi ini membuat produsen tahu di kota mangga kebingungan dalam memproduksi ukuran dan kualitas tahunya seperti sebelumnya.

Salah satunya produsen tahu milik Hafit Efendi, warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, yang masih bertahan memproduksi tahu meski harus merumahkan sejumlah karyawannya.

Dari 10 karyawan, saat ini hanya mempekerjakan 7 orang saja termasuk pemilik pabrik turun sendiri dalam mengolah kedelai menjadi tahu.

Baca Juga:  Demo Guru Honorer di Langkat: Cairkan Gaji Kami yang 7 Bulan Tertunda

Tidak hanya itu, agar tidak membengkak biaya produksi Hafit, mengaku mengurai ukuran tahu dan takaran kedelai dalam sekali memproduksi tahu.

Hafit, beralasan bertahan memproduksi tahu disaat harga kedelai selangit, karena tidak ingin kehilangan pelanggan yang selama ini sudah mempercayainya kwalitas rasa tahu.

“Untuk mengurangi kerugian dan kehilangan pelanggan tahu hasil produksinya, disaat harga kedelai mahal, saya kurangi ukuran dan takaran kedelai dalam sekali produksi, dan mengurangi tenaga kerja di saat kedelai mahal, dan nanti kalau normal akan dikembalikan ukuran tahu dan takaran kedelai, serta karyawan yang dirumahkan” ujar Hafit, saat dikonfirmasi.

Meski harga kedelai semakin hari semakin mahal, namun ketersediaan kedelai di pasaran masih aman.

Baca Juga:  Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Probolinggo Di DPRD, Walikota Probolinggo Berharap Dukungan, Saran dan Kritik Membangun

Sementara itu menurut Sunarsih, pelanggan tahu produksi Hafit, dan pedagang cilok, harga satu ember tahu biasanya hanya Rp15.000, saat ini mencapai Rp 26.000, dia nantinya memotong lebih kecil tahunya yang diolah menjadi jajanan cilok yang dijualnya.

“Kedelai mahal, biasa beli tahu 1 ember cuma Rp 15.000, sekarang 1 rmber belinya Rp 26.000, dan ukurannya lebih kecil, dan nanti juga akan memptong tahu menjadi cilok lebih kecil juga” tegas Sunarsih.

Warga berharap, pemerintah segera menurunkan harga kedelai kembali normal, agar ekonomi bawah bisa bangkit, apalagi di tengah pandemi COVID- 19, seperti sekarang ini.

Kunjungi Juga

Duka Anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota Saat Pam Lebaran 2022

Probolinggo – Suka duka anggota polisi berdinas saat arus mudik dan arus balik Hari Raya …

288 Napi Lapas Kelas 2B Probolinggo Dapat Remisi Lebaran, 6 Napi Bebas Murni

Probolinggo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Probolinggo, berikan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *