Terobosan Walikota Probolinggo Berikan BPJS Ketenagakerjaan Ke Nelayan Mendapat Apresiasi Menko PMK RI

Probolinggo – Tingkatkan perekonomian dampak pandemi COVID- 19, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, luncurkan perlindungan program premi BPJS Ketenagakerjaan untuk nelayan kecil, guru ngaji, guru sekolah minggu, dan ketua RT/ RW di Kota Probolinggo. Jumat (29/10/2021).

Menko PMK Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, bersama Habib Hadi Zainal Abidin Walikota Probolinggo disaksikan Forkopimda dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memberikan 2.867 BPJS Ketenagakerjaan di Pantai Perikanan Mayangan, Kota Probolinggo.

Selain itu juga Pemkot Probolinggo, membayarkan semua tagihan tempat ibadah se Kota Probolinggo, yang sudah terverifikasi dan memberikan bantuan sosial bagi warga yang terdampak pandemi COVID- 19.

Pemberian premi juga diberikan dan sudah tercover oleh Pemerintah Kota Probolinggo, 1000 guru ngaji yang dana sudah disesuaikan dengan anggaran daerah.

Menko PMK dan Dinas Kelautan Perikanan Pemprov Jatim, apresiasi langkah Pemkot Probolinggo, dengan terobosan untuk warganya dengan memberikan jaminan yang terbaik untuk warganya, dan juga bantuan sosial lainnya disaat pandemi COVID- 19.

Baca Juga:  Operasi Jaran Gulung Pelaku Curamor di Lotim

Muhadjir Efendy, Menko PMK, kami apresiasi Habib Hadi Zainal Abidin Walikota Probolinggo, atas kepedulian terhadap kesejahteraan warganya yang berprofesi nelayan, dan semua warga tidak mampu dan terdampak pandemi COVID- 19, hampir merasakan bantuan yang diberikan Pemkot Probolinggo.

“Kami bangga dan apresiasi langkah Habib Hadi Zainal Abidin, Walikota Probolinggo, dalam melakukan terobosan program untuk kesejahteraan masyarakatnya, baik masalah sektor perekonomian dan kesehatan, dan saat ini memberikan 2.867 untuk nelayan dan guru sekolah minggu dan ketua RT/ RW, dengan membiayai premi BPJS Ketenagakerjaannya” ujar Muhadjir, saat memberi keterangan ke sejumlah awak media.

Launching bantuan sosial di PPP Mayangan ini menjadi agenda pembuka dari rangkaian kunjungan Menko Muhadjir selama 1 hari di Kota Probolinggo. Sesampai di tempat kegiatan, Menko PMK menyerahkan bantuan untuk 20 anak yatim binaan Baznas Kota Probolinggo.

Baca Juga:  Artha Graha Peduli, Bantu Truk Sky Lift ke Akmil

Wali Kota Probolinggo yang didampingi oleh Sekda drg. Ninik Ira Wibawati dan seluruh pejabat perangkat daerah setempat, menyampaikan kondisi dan potensi yang dimiliki Kota ini kepada Menko Muhadjir dan rombongan. Jumlah penduduk Kota Probolinggo tahun 2020 sebanyak 239.649 jiwa, memiliki sebaran latar belakang dan pekerjaan yang beragam, salah satunya adalah nelayan. Tercatat sebanyak 2867 jiwa adalah nelayan dengan potensi perikanan tangkap sebanyak 12.720,5 ton.

Dengan potensi yang besar inilah, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada para nelayan.

“Pemerintah harus hadir melalui program yang akan kita launching ini, BPJS Tenaga Kerja, mudah-mudahan keberlangsungan apabila ada yang terjadi kendala musibah, keberlangsungan anak-anaknya sampai kuliah bisa dijamin oleh BPJS,” jelas Habib Hadi.

Baca Juga:  Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkot Probolinggo Ajak Jurnalis Tanam Pohon Tabubuya

Menyinggung mengenai pengelolaan aset di daerah, di depan Menko PMK, Habib Hadi berharap antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat bisa berkolaborasi untuk bersama-sama mengembangkan potensi aset daerah agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Karena di suatu wilayah pasti ada aset pemerintah pusat, milik pemerintah provinsi itu harus berkolaborasi untuk bisa kita manfaatkan, kita kembangkan, yang mana dampak manfaatnya buat masyarakat, itu yang paling penting,” tambah Walikota Probolinggo.

Masih dalam sambutan Menko Muhadjir, menyampaikan pesan Presiden RI agar seluruh pemerintah daerah gerak cepat untuk segera mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan target tuntas pada tahun 2024. “Terutama kemiskinan ekstrem dan komunitas miskin ini dikeroyok dari berbagai sisi dan itu terpadu, saya yakin itu bisa selesai sesuai yang ditargetkan oleh presiden tahun 2024,” ungkap mantan Menteri Pendidikan tahun 2016 itu (ADV).


Kunjungi Juga

Pembangunan Pasar Bayeman Ditinjau Langsung Oleh Satgas PEN Mabes Polri dan APIP Probolinggo

Probolinggo – Pekerjaan konstruksi pada Pasar Bayeman, Tongas Kab. Probolinggo ditinjau langsung oleh Satgas Percepatan …

Walikota Probolinggo Sosialisasikan 2 Perda di Kecamatan Mayangan

Probolinggo – Sosialisasi peraturan perundang-undangan tingkat kecamatan dibuka oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *