Tradisi Padusan Warnai Penyambutan Bulan Suci Ramadhan di Tuk Sirah Kali Pemali

Tradisi Padusan Warnai Penyambutan Bulan Suci Ramadhan di Tuk Sirah Kali Pemali
Tradisi Padusan Warnai Penyambutan Bulan Suci Ramadhan di Tuk Sirah Kali Pemali
Tradisi Padusan Warnai Penyambutan Bulan Suci Ramadhan di Tuk Sirah Kali Pemali

Brebes Masyarakat Brebes yang berbatasan dengan kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjalani padusan dengan cara berendam atau mandi di sumber mata air serta mencuci sarung pada Sabtu (9/3/2924) sore.

Tujuan dari kegiatan ini untuk mempersiapkan diri secara spiritual agar dapat menjalani ibadah puasa di bulan suci bersih.

Menyambut bulan suci ramadhan, ratusan warga di kawasan wisata tuk sirah kali pemali desa Winduaji kecamatan Paguyangan Brebes, Jawa Tengah melangsungkan tradisi padusan pada Sabtu sore.

Bacaan Lainnya

Ratusan warga, pedagang serta pelajar mengarak tumpeng dari pusat desa menuju kawasan wisata pemandian tuk sirah kali pamali.

Acara diawali dengan pentas beberapa kesenian daerah seperti tarian nandak ajer, tarian khas betawi yang dibawakan siswi SMA Negeri 1 Paguyangan. Dilanjutkan penampilan teatrikal dari sudut tepian wisata yang dibarengi pembacaan puisi dengan tema ramadhan.

Pertunjukan digelar di kawasan pemandian wisata tuk sirah, aksi pelajar ini pun mengundang perhatian masyarakat serta para wisatawan. Padusan baru dimulai setelah penampilan tari tradisional nandak ajer dan teatrikal selesai.

Warga dan pedagang di kawasan wisata tuk sirah mandi bersama sambil berendam, tujuannya tak lain untuk menscucikan diri. Tak hanya badan yang dibersihkan, sarung yang mereka bawa pun dicuci di tempat itu sebagai simbol bersih dari kotoran, menjalankan ibadah puasa pun khusyuk.

“Acara mandi bersama dan mencuci sarung jelang ramadhan untuk ibadah puasa dan sholat tarawih, dilakukan oleh warga dan pedagang ikut mandi bareng tiap tahu. Harapannya setelah mandi atau padusan ibadahnya khusyuk dan wisatanya ramai”, kata Edi pedagang wisata tuk sirah kali pamali.

Pengelola kawasan wisata tuk sirah kali pemali, Bagus Handoko yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, tradisi padusan untuk menyucikan diri dari segala kotoran baik fisik maupun rohani yang bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat untuk melestarikan tradisi padusan agar tetap bermakna.

Tradisi padusan menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan karena memiliki makna yang dalam dan pesan sakral serta menjaga nilai-nilai tradisi.

“Kami berusaha melestarika budaya jelang ramadhan dan kerjasama komunitas dan pelajar sekolah SMA, semoga gekaran ini nilai budaya kita lebih maju sekaligus untuk mendorong wisatawan. Gelarannya terdiri dari pentas seni, mandi dan mencuci sarung”, kata Bagus Handoko pengelola wisata tuk sirah kali pemali.

Di akhir acara, tumpeng nasi kuning lengkap dengan lauk pauk dipotong lalu diberikan ke tokoh masyarakat setempat. Nasi tumpeng dan nasi yang dibungkus daun nyangku dimakan bersama-sama di kawasan itu. (Kus)

Pos terkait

Comment