Tradisi Petolekoran Warga Pulau Gili Ketapang Probolinggo Serbu Kota Probolinggo Untuk Berbelanja

Probolinggo – Masuk hari ke 27 bulan Ramadan ribuan warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, melakukan tradisi ‘Toron Petolekoran’ atau turun ke darat untuk berbelanja kebutuhan lebaran. Minggu (9/5/2021).
“Sudah setiap tahun, warga Pulau Gili Ketapang, melaksakan tradisi Petolekoran, untuk berbelanja semua kebutuhan di Hari Raya Idul Fitri, dan ini sudah ada sejak dahulu, sudah menjadi turun temurun dari leluhurnya’ ujar perempuan warga Gili Ketapang, Mutimah (40).
Dari total sekitar 10.000 jiwa, di pulau Gili Ketapang hampir 70 persen warganya meninggalkan pulau yang berjarak 3 Mil dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo.
Satu persatu kapal datang silih berganti membawa warga yang ingin hendak berbelanja atau jalan-jalan di pusat kota, satu kapal bisa memuat lebih dari 50 penumpang.

Baca Juga:  Penjelasan Jokowi Terkait Dua Orang Indonesia Positif Corona

Meski sedang berpuasa dan harus menempuh hampir satu jam perjalanan laut, para warga tetap melakoni tradisi leluhur mereka untuk memeriahkan lebaran nanti, karena masih pandemi COVID- 19, warga Gili Ketapang wajib pakai masker dan jaga jarak saat berbelanja nanti.

Petugas dari Satgas COVID- 19 Kota Probolinggo, untuk mengantisipasi klaster baru, petugas langsung swab antigen bagi warga Pulau Gili Ketapang yang kedapatan tidak pakai masker, karena hasil semua negatif, petugas mengijinkan berangkat ke tujuan untuk berbelanja.

Dari dermaga pelabuhan, warga Pulau Gili ini masih harus menumpang ojek atau becak, untuk sampai ke pusat kota. Selanjutnya yang mereka lakukan berbelanja kebutuhan lebaran, seperti baju dan kue lebaran dan kebutuhan lainnya.
Menurut Munali, warga Pulau Gili Ketapang, tradisi “Toron Petolekoran”, atau tradisi turun meninggalkan pulau gili selama sehari penuh, yang warga lakukan di pusat kota kebanyakan berbelanja kebutuhan lebaran atau sekedar jalan-jalan.

Baca Juga:  Dua Jambret Kalung Nenek Berusia 85 Tahun Ditangkap, Terancam 9 Tahun Penjara

“Semuanya warga Pulau Gili Ketapang, untuk mengelar dan rayakan hari ke 27 di bulan Ramadan, mau ke toko dan Mall di Kota Probolinggo untuk berbelanja kebutuhan lebaran, dan anak muda biasa jalan – jalan” jelas Munali.
Kompol Eko Hari, Kapolsek Mayangan, biasa setiap tahun bulan puasa Ramadan hari ke 27, warga Pulau Gili Ketapang datang ke kota untuk berbelanja, dan tradisi Petolekoran di masa pandemi COVID- 19, kita pantau warga untuk wajib pakai masker dan jaga jarak, ada 6 warga di swab karena tidak pakai masker, hasilnya negatif semua.
“Ada kegiatan Tradisi Petolekoran atau hari ke 27, dan warga Pulau Gili Ketapang, berbondong – bondong ke kota untuk berbelanja lebaran, ada perintah dari Dinkes yang tidak pakai masker langsung di swab, ada 6 orang hasil negatif, oleh petugas langsung disuruh melanjutkan perjalanannya” tegas Kompol Heri.

Baca Juga:  Ratusan Petugas Gabungan Kota Probolinggo Gelar Razia Humanis Antisipasi Penyebaran Covid-19

Kontan sejumlah pusat perbelanjaan di seluruh Kota Probolinggo, ramai dipenuhi warga Gili yang ingin berbelanja pakaian atau mukenah, yang nantinya dipakai untuk sholat Ied Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi ke kota setiap hari 27 Ramadan ini, telah menjadi tradisi belanja tahunan yang dilakukan warga Pulau Gili Ketapang, secara turun temurun berpuluh-puluh tahun lamanya.
Setelah puas seharian berbelanja atau jalan-jalan, biasanya sebelum bedug maghrib tiba, mereka sudah kembali ke Pulau Gili, warga kembali diperbolehkan ke daratan Jawa setelah lebaran hari ke tujuh.

Kunjungi Juga

Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkot Probolinggo Ajak Jurnalis Tanam Pohon Tabubuya

Probolinggo – Masih rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Jispro (Jurnalis Probolinggo), …

Rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkot Probolinggo Ajak Jurnalis Tanam Pohon Tabubuya

Probolinggo – Masih rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Jispro (Jurnalis Probolinggo), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *