Perempuan Suku Apatani Menutup Lubang Hidung Agar Terlihat Jelek. (foto: national geographic)
Perempuan Suku Apatani Menutup Lubang Hidung Agar Terlihat Jelek. (foto: national geographic)

Tradisi Sumbat Hidung Perempuan Suku Apatani Agar Terlihat Jelek

eportal.id, Jakarta – Setiap negara di dunia memiliki beragam suku yang beragam. Suku-suku tersebut kerap menjalani ritual yang khas serta tradisi ciamik yang tidak ada di daerah lain.

Ada yang terdengar biasa, tak sedikit pula tradisi yang membuat kening kita berkerut karena keunikannya.

Seperti tradisi unik yang dilakukan oleh para wanita suku Apatani di kawasan India. Suku Apatani bermukim di Ziro Valley, sebuah desa kecil di Arunachal Pradesh, India.

Jika biasanya perempuan melakukan berbagai cara untuk tampil menawan, perempuan di suku ini melakukan tradisi yang terbilang langka, yaitu tradisi sumbat hidung perempuan Suku Apatani dengan menggunakan kayu agar terlihat jelek.

Bahkan tradisi ini dilakukan kaum hawa disana sejak mereka telah dianggap dewasa, yaitu ketika memasuki periode menstruasi pertama.

Tradisi Sumbat Hidung Perempuan Suku Apatani Agar Terlihat Jelek. (foto: national geographic)
Tradisi Sumbat Hidung Perempuan Suku Apatani Agar Terlihat Jelek. (foto: national geographic)

 

Baca Juga:  Tradisi Marosok, Cara Jual Beli Ternak Ala Masyarakat Minang

Menurut cerita turun temurun yang beredar di antara mereka, hal ini dilakukan untuk menghindari penculikan.

Ya, perempuan suku Apatani tersohor dengan kecantikannya di antara suku lain yang ada di Arunachal.

Kecantikan mereka kerap menjadi incaran suku lain di pedesaan itu dan menimbulkan perang. Sering terjadi penyerbuan, banyak perempuan Apatani yang diculik dan tidak terlihat lagi.

Untuk menghindari hal itu, perempuan Apatani merias dirinya agar tidak terlihat menarik.

Mereka sengaja menaruh colokan besar dari kayu di kedua sisi hidungnya, agar tidak menarik kaum adam.

Selain itu, mereka juga menato wajahnya secara horizontal dari atas dahi hingga ujung hidung diikuti lima garis di bagian dagu.

Tradisi ini dianggap perempuan suku Apatani sebagai upaya untuk menjaga harga diri dan kehormatan keluarga.

Kendati demikian, tradisi ini rupanya hanya bisa dilihat di kalangan wanita Apatani yang sudah berusia lanjut.

Perempuan Apatani yang lahir tahun 1970 sudah meninggalkan tradisi ini, karena dianggap mengerikan dan menyakitkan.

Saat ini, suku Apatani hanya tersisa 26.000 jiwa, mereka dikenal sebagai suku yang memiliki sistem persawahan baik walaupun tidak melibatkan binatang dan mesin modern. (rnd)

Kunjungi Juga

Tradisi Melubangi Bibir, Cantik Itu Menyakitkan Bagi Wanita Suku Mursi. (foto: HomoLogos)

Tradisi Melubangi Bibir, Cantik Itu Menyakitkan Bagi Wanita Suku Mursi

eportal.id, Jakarta – Istilah beauty is pain layak disematkan kepada wanita Suku Mursi di Ethiopia, …

Rahasia Kecantikan Geisha Jepang, Ternyata Kotoran Burung. (foto: the sushi time)

Rahasia Kecantikan Geisha Jepang, Ternyata Kotoran Burung

eportal.id, Jakarta – Jika Anda familier dengan budaya Jepang, mungkin Anda pernah mendengar “geisha“. Namun, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *