TWSL (Taman Wisata Study Lingkungan) Kota Probolinggo Bertambah Dua Singa Pemberian TSI Prigen

eportal.id, Probolinggo – Akhirnya koleksi kebun binatang mini atau TWSL (Taman Wisata Study Lingkungan) di Kota Probolinggo, akhirnya bertambah koleksinya, yakni pasangan singa Afrika, hibah dari Taman Safari Indonesia, Prigen Pasuruan. Kamis (6/2/2020).

Pasangan singa Afrika berbobot 200 kilogram dan 150 kilogram, yang jantan berusia 5 Tahun, dan yang betina 1,5 tahun hasil dari perkembangbiakan Taman Safari Indonesia, Prigen Pasuruan ini. Dengan pengawalan petugas dan dokter hewan dari TSI ini, dengan dinaikkan truk dan ditempatkan di 2 kandang.

Singa jantan bernama Sera dan singa betina Jane, sebelum dikirim sudah dipersiapkan baik dari pihak TSI sendiri untuk kesehatan dan pihak TWSL sudah 6 bulan ini kandangnya diperbaiki dan dilebarkan, agar 2 singa ini bisa tumbuh sehat dan bisa berkembang biak dengan baik, dan tentunya akan kami pantau, karena pihak TSI dan TWSL sudah menjalin kerja sama.

Baca Juga:  Heboh Fenomena Munculnya Jutaan Ekor Ubur-ubur di Perairan Pantai Probolinggo

Tentunya pihak TWSL sendiri, sudah mempersiapkan makanan daging sapi dan kambing segar untuk per ekornya 7 kilogram, dari dana anggaran APBD tahun 2020.

Menurut Akbarul Huzaini mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dengan matang lebih dari setahun.

“Mulai perluasan kandang, sudah dipantau dan dicek oleh BKSDA. Termasuk anggaran kebutuhan makanan sekitar 5-7 kg setiap satu ekor singa, sudah disiapkan di APBD 2020,”jelasnya.

Kurator TSI Prigen, Ivan Candra menyebutkan, jika pasangan singa Afrika, hasil dari perkembangbiakan dari TSI. Menurutnya, setahun ke depan singa Afrika tersebut bisa beranak dan dirawat TWSL.

“Akan kami pantau karena TWSL dan TSI, memang ada kerja sama. Satwa ini sudah kami pilihkan bukan sebagai saudara, mereka siap kawin sekitar empat sampai lima tahun  Singa Afrika dikatakan tua jika sudah berusia di atas 17-20 tahun,” terangnya.

Baca Juga:  Penumpang TransJakarta Kena Serangan Jantung, Polisi Gendong ke Rumah Sakit

Ivan menambahkan, stress dalam perjalanan ke tempat baru sudah menjadi hal biasa untuk semua satwa. Namun pihaknya sudah mempersiapkan sebaik-baiknya sejak awal. Selama 14-40 hari TSI akan membantu memantau agar Sera dan Jane cepat beradaptasi dan tenang.

Sementara Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin berharap, dengan adanya dua ekor singa yang melengkapi TWSL bisa menjadi wahana edukasi bagi masyarakat. Ia pun berencana akan terus mengembangkan TWSL, dimana di tahun 2020 sudah dianggarkan pembelian tanah seluas 2,5 hektar.

“Ke depan akan kita lengkapi semua, perluasan dan pengembangannya karena TWSL satu-satunya destinasi wisata dan edukasi, untuk warga Kota Probolinggo,” ujar Habib Hadi.

Baca Juga:  Badan Kurus Kering, 2 Anak Yatim Piatu Kelaparan di Muara Enim, Ini Faktanya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menargetkan adanya kenaikan PAD di tahun 2020 sebesar Rp 550 juta. Target ini naik Rp 50 juta dari tahun 2019 lalu. Keberadaan Sera dan Jane diharapkan menjadi daya tarik karena banyak pengunjung yang menanyakan satwa singa atau carnivora. 

Kunjungi Juga

Bendera Merah Putih Robek dan Lusuh, Danramil Amuk Kepala Desa. (ilustrasi istimewa)

Heboh, Empat Ibu Gunting Bendera Merah Putih di Sumedang

eportal.id, Sumedang – Video aksi empat ibu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merusak bendera Merah …

Ultah ke 42 FKPPI Probolinggo Bagikan Sembako Ke Kaum Dhuafa Dan Abang Becak

Probolinggo – Di Ultahnya ke 42 tahun, Forum Komunikasi Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI) Probolinggo, bagikan 300 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *