Ubah Hasil Rapid Test, Pelaku Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersangka
Ubah Hasil Rapid Test, Pelaku Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersangka

Ubah Hasil Rapid Test, Pelaku Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersangka

eportal.id, Jakarta – Pihak kepolisian telah meningkatkan status pelaku pelecehan perempuan inisial LNI di Bandara Soekarno-Hatta. Pelaku inisial EF itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Mohon doa semoga bisa cepat kita amankan,” imbuhnya.

Ubah Hasil Rapid Test, Pelaku Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersangka
Ubah Hasil Rapid Test, Pelaku Pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta Jadi Tersangka

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut pelaku terindikasi melakukan penipuan. Tersangka mengubah hasil rapid test korban yang reaktif menjadi nonreaktif.

“Karena memang dari keterangan PT Kimia Farma, pemalsuan ini tidak ada. Ini penipuan, bahwa memang hasilnya adalah reaktif. Tapi, karena dia menipu, korban mengatakan bahwa itu nonreaktif. Kalau mengubah itu, harus membayar Rp 1,4 juta dan sudah dilakukan oleh korban dengan mengirimkan transfer melalui e-banking,” ujar Yusri.

Baca Juga:  Paguyuban Juragan Kapal Pencari Ikan Se-Kota Probolinggo Beri Bantuan Puluhan Baju APD Ke RSUD Dokter Mochammad Saleh

Seperti diketahui, kasus ini viral di media sosial setelah korban LHI menceritakan kejadiannya itu di akun Twitter. Singkat cerita, korban saat itu hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9).

Korban diminta menjalani rapid test. Korban pun awalnya yakin hasil rapid test akan nonreaktif lantaran dia tidak pernah berada pada komunitas yang terpapar Corona.

Namun, saat hasil rapid test keluar, dia dinyatakan reaktif Corona. Di sinilah korban mengaku mengalami pemerasan dengan dalih data rapid test bisa diganti untuk kepentingan penerbangan.

Singkat cerita, LHI mengaku tetap dipaksa lakukan rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

Baca Juga:  Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan, Anak Buruh Bangunan Tertahan di Rumah Sakit

Di situ dokternya bilang ‘mba, saya kan sudah bantu mba nih, bisa lah mba kasih berapa, saya juga sudah telpon atas sana sini, bisa lah mba kasih’, di situ aku kaget dong, yaudahlah karna gamau ribet juga aku tanyain langsung ‘berapa?’, si dokter jawab ‘mba mampunya berapa? Misal saya sebut nominalnya takut nggak cocok’ hhh si anj*ng, yaudahlah aku asal jawab ‘sejuta?’, eh si dokter miskin ini jawab ‘tambahhin dikit lah mba’ si t*i yaudah karna aku males ribet orangnya, aku tambahin jadi 1,4 juta,” tulisnya. (detikcom)

Kunjungi Juga

Ormas Kepemudaan Kota Probolinggo Bagikan Nasi Bungkus, Masker Dan Donor Darah Dihari Sumpah Pemuda

Probolinggo – Banyak cara dilakukan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, seperti yang dilakukan anggota ormas …

Stop Penyebaran Covid-19, Koramil 0820/18 Kotaanyar Gelar Ops Gakplin

Probolinggo – Guna menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Probolinggo khususnya di Kecamatan Kotaanyar, Koramil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *