Categories: News

Warga Desa Galuhtimur Harapkan Jembatan Penghubung, Akses Ekonomi dan Pendidikan Masih Terkendala

Warga Desa Galuhtimur Harapkan Jembatan Penghubung, Akses Ekonomi dan Pendidikan Masih Terkendala

Brebes – Warga Dukuh Makam Dawa, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, masih berharap penuh akan dibangunnya jembatan penghubung antar desa. Selama puluhan tahun, mereka harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan hanya untuk menjangkau desa tetangga, pasar, pusat pemerintahan kecamatan, hingga sekolah.
Akses utama warga saat ini hanyalah jalan setapak menanjak dan menurun yang membelah perbukitan. Jarak yang harus ditempuh warga mencapai 3 kilometer dengan berjalan kaki. Alternatif jalan lain hanya tersedia melalui jalan nasional Kaligadung, namun memutar sangat jauh hingga puluhan kilometer.
“Kalau ke pasar atau ke kantor kecamatan, kami harus naik turun bukit dulu. Kalau lewat jalan besar, muter sangat jauh, apalagi saya sudah tua,” keluh Suratmi (64), salah satu warga, Senin (28/07/2025).
Senada dengan Suratmi, Sainah (80) dan Suwatri (70), dua warga lanjut usia lainnya, menyatakan harapan besar mereka untuk memiliki akses jembatan yang bisa menghubungkan langsung antara Desa Galuhtimur dan Desa Tonjong.
“Kami ingin ada jembatan, biar anak-anak sekolah juga tidak capek jalan jauh. Kasihan tiap hari harus jalan kaki naik turun,” ujar Sainah sambil menahan haru.
Anak-anak Sekolah Harus Jalan Kaki Puluhan Menit Setiap Hari
Selain kebutuhan ekonomi dan transportasi, akses pendidikan juga menjadi sorotan. Setiap hari, anak-anak dari Dukuh Makam Dawa harus menempuh perjalanan yang berat demi bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang berada di desa atau kecamatan sebelah.
“Kalau musim hujan, jalan jadi licin dan rawan. Banyak anak-anak yang kadang tidak sekolah karena takut jatuh,” ungkap Suwatri.
Tokoh Masyarakat: Jembatan Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan Mendesak
Muhammad Yusuf, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jembatan penghubung bukan sekadar aspirasi, melainkan kebutuhan mendesak yang telah disuarakan sejak lama.
“Kami butuh jembatan sebagai akses penghubung yang layak. Ini bukan hanya soal mobilitas, tapi soal keadilan pembangunan. Kalau akses terbuka, otomatis ekonomi tumbuh dan pendidikan anak-anak terbantu,” tegas Yusuf.
Ia menambahkan bahwa selama ini warga hanya bisa berharap dan menyampaikan aspirasi ke pihak desa maupun kecamatan, namun belum mendapat respons konkret dari pemerintah kabupaten.
“Harapan kami, pemerintah daerah — baik kecamatan maupun kabupaten — segera turun tangan. Jangan sampai kami seperti terisolasi di wilayah kami sendiri,” pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Fuad, salah satu warga Desa Galuhtimur. Ia menyebut, keinginan warga untuk memiliki jembatan bukan hal baru.
“Sudah lama sekali kami menanti jembatan ini. Tidak hanya untuk mempermudah jalan ke desa sebelah, tapi juga untuk anak-anak sekolah, untuk ekonomi, bahkan kalau ada warga sakit, bisa lebih cepat ditangani,” kata Fuad.
Menurutnya, saat ini warga benar-benar menggantungkan harapan besar pada perhatian pemerintah daerah agar infrastruktur yang layak dapat segera terwujud.
Warga berharap agar aspirasi mereka tidak hanya menjadi wacana musiman. Mereka meminta pemerintah Kabupaten Brebes menindaklanjuti kebutuhan pembangunan infrastruktur jembatan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan desa.
Dengan adanya jembatan, warga yakin akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial akan jauh lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil tersebut.

Kus Woro

Recent Posts

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia

Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia Banyumas…

10 jam ago

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi

Kapolda Sulsel Kunjungi Polres Pangkep, Pimpin Apel Arahan dan Beri Apresiasi Personel Berprestasi Pangkep —…

11 jam ago

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban

Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke Picu Keluhan Pengusaha, Polisi dan UPPP Lakukan Penertiban Jakarta…

12 jam ago

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur

Audit Inspektorat Dipersoalkan, Kades Klapagading Kulon Temui Gubernur Semarang — Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan…

14 jam ago

Teknologi Jaringan, Pergeseran Wilayah Geopolitik Baru Dan Posisi Strategis Indonesia

Perkembangan geopolitik dunia memasuki babak baru, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) yang memasuki fase…

21 jam ago

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis(Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas

Dinas Daftarkan Hak Kekayaan Intelektual, Indikasi Geografis (Durian Bhineka Bawor) Lindungi Varietas Unggulan Banyumas Banyumas…

1 hari ago