Warga Sulbar Gotong Jenazah Menyeberangi Sungai Berarus Deras

Warga Polman Gotong Jenazah Menyeberangi Sungai Berarus Deras
Warga Polman Gotong Jenazah Menyeberangi Sungai Berarus Deras

Warga Sulbar Gotong Jenazah Menyeberangi Sungai Berarus Deras

Polman – Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video warga yang berusaha menyeberangkan keranda berisi jenazah.

Bacaan Lainnya

Video yang diberi keterangan “BUTUH BANTUAN PEMDA” diunggah di media sosial Instagram oleh akun @kabarnegri.

Dalam video tampak warga bahu membahu mengusung keranda menuruni jalan setapak dan melewati sungai menuju lokasi pemakaman.

Video ini sontak menjadi perbincangan publik, ada yang merasa kasihan, ada pula yang menyayangkan infrastruktur di desa ini yang tidak memadai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui ternyata video ini memang benar terjadi beberapa hari yang lalu di Pusagera Rattemaolang – Luyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Menurut informasi, jalan ini adalah satu-satunya akses menuju pemakaman. Karena hujan yang turun terus menerus membuat air sungai semakin meluap.

Oleh karenanya diputuskan untuk membawa jenazah meskipun kondisi air sedang besar. Isak tangis sanak saudara dan warga tumpah ruah sembari mendoakan jenazah.

Dalam video berdurasi 1 menit tersebut tampak warga menaikan keranda jenazah yang dibungkus kain batik ke rakit bambu.

Beberapa pria dewasa lalu mendorong rakit tersebut untuk menyeberangi sungai. Agar rakit dan jenazah tidak hanyut maka rakit diikatkan pada tali yang membentangi sungai.

Di seberang sungai sudah bersiap beberapa warga untuk menyambut rakit pembawa keranda jenazah. Mereka menunggu di tepi sungai.

Dalam video itu terlihat arus sungai cukup deras, tak heran jika beberapa orang dewasa terlihat seolah-olah hanyut karena terdorong arus sungai.

Namun karena kecekatan warga dan kerjasama yang baik, alhasil jenazah tersebut berhasil diseberangkan untuk kemudian dimakamkan.

Sebelumnya media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan beberapa warga menggotong tandu jenazah di tengah kubangan lumpur.

Jenazah tersebut bernama Mama Lisu, warga Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Karena jalanan yang rusak dan becek terpaksa warga tandu jenazah dengan berjalan kaki sejauh 30 Km.

Mama Lisu dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Andi Djemma, Masamba, karena sakit. Namun, mobil angkutan jenazah yang mengantar hanya bisa sampai setengah jalan.

Kondisi jalan yang tidak beraspal dan berlumpur jenazah harus diturunkan di tengah jalan. Warga kemudian membantu menandu jenazah menggunakan bambu sambil berjalan kaki.

Berikut ini video warga Sulbar gotong jenazah menyeberangi sungai berarus deras:

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *