PANGKEP — Operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam. Tim SAR gabungan kembali menemukan enam jenazah korban di satu lokasi yang saling berdekatan, Kamis pagi.
Temuan tersebut dilaporkan sekitar pukul sembilan lewat tiga puluh menit WITA oleh tim pencari yang bergerak di sektor selatan Gunung Bulusaraung. Keenam jenazah ditemukan dalam radius sekitar lima puluh meter dari titik awal penemuan, dengan posisi kurang lebih dua ratus lima puluh meter di bawah puncak gunung, di area dengan medan curam dan jurang.
Kepala Staf Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyampaikan bahwa proses evakuasi akan dilakukan menggunakan metode vertical rescue dengan teknik jet ring. Setelah berhasil diangkat ke puncak, jenazah akan dibawa ke posko sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polri.
Kondisi jenazah dilaporkan telah mengalami pembengkakan akibat berada di lokasi selama enam hari, sehingga identifikasi di lapangan tidak memungkinkan. Tim di garis depan hanya melakukan penandaan serta pelaporan posisi temuan.
Hingga hari keenam operasi, total korban yang telah ditemukan berjumlah delapan orang, ditambah satu potongan tulang lengan. Peningkatan hasil pencarian ini disebut sebagai dampak dari perubahan strategi operasi, termasuk sistem pergerakan tiga hari di lapangan dan pembagian delapan sektor pencarian dengan kode warna.
Evakuasi selanjutnya akan menyesuaikan kondisi cuaca. Jika memungkinkan, jenazah akan dijemput menggunakan helikopter melalui lapangan Desa Tompobulu. Namun jika cuaca memburuk, jalur darat tetap menjadi opsi utama meski memerlukan waktu lebih lama.
Operasi pencarian dan evakuasi hingga kini masih terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan personel, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik agar seluruh korban dapat segera ditemukan.











