Diskusi “Meretas Akses Pendidikan Perempuan Pulau Melalui Teater” Digelar di Pangkep
Pangkep, 30 Juni 2025 – Upaya memperluas akses pendidikan dan ruang ekspresi bagi perempuan di wilayah kepulauan mendapat angin segar lewat kegiatan diskusi bertajuk “Meretas Akses Pendidikan Perempuan Pulau Melalui Teater”, yang digelar di Aula Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pangkep, Jl. Terminal Baru.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kala Teater, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan LPDP. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Muhiddin R., S.Hut., M.M., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, serta Mega Herdiyanti, S.S., aktor sekaligus penggagas Monolog Perempuan Pulau. Diskusi dipandu oleh Ais Nurbiyah Al-Juman, M.Hum., seorang penulis dan pegiat literasi.
Dalam paparannya, Muhiddin menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberi semangat baru dalam dunia pendidikan dan seni, tetapi juga memberikan dorongan besar terhadap perkembangan Perpustakaan Daerah Pangkep yang kini hadir di lokasi dan gedung baru.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu perkembangan Perpustakaan Daerah Pangkep. Kami berharap para literatur, penikmat seni, pelajar, mahasiswa, dan warga menjadikan perpustakaan ini sebagai ruang bersama. Di sini, kami menyediakan wifi gratis, pelayanan yang tidak ribet dan mudah, bahkan kami sedang menyiapkan peningkatan kecepatan wifi hingga 300 Mbps,” ungkap Muhiddin.
Tak hanya itu, ia juga mengumumkan rencana besar yang akan digelar memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. “Insya Allah pada bulan Agustus ini menjelang perayaan 17 Agustus, kami akan mengadakan Festival Literasi yang akan mengangkat tulisan Lontara sebagai salah satu program unggulan. Akan ada banyak lomba seni termasuk pentas teater, menulis cerpen, puisi, dan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Mega Herdiyanti menekankan pentingnya teater sebagai media pemberdayaan perempuan pulau. Lewat teater, perempuan bisa menyuarakan pengalaman hidup, keresahan, dan harapan mereka dengan cara yang kuat dan menyentuh.
Diskusi ini pun disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, pegiat seni, serta masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat bisa menciptakan ruang literasi dan budaya yang hidup serta memberdayakan.
Kala Teater berharap diskusi ini menjadi pemicu kolaborasi jangka panjang dalam menciptakan ruang-ruang kreatif dan inklusif di Kabupaten Pangkep dan wilayah sekitarnya.












