Beternak Bebek, Noviawati Buktikan Perempuan Bisa Mandiri Ekonomi

Beternak Bebek, Noviawati Buktikan Perempuan Bisa Mandiri Ekonomi
Banyumas – Bermodalkan hanya sepuluh ekor bebek, Noviawati, seorang ibu rumah tangga asal Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, kini sukses mengembangkan usaha ternaknya hingga memiliki 500 ekor. Dari usaha sederhana yang ditekuninya setahun terakhir, ia mampu meraup omzet belasan juta rupiah setiap bulan.
Perempuan berusia 39 tahun itu mengaku, alasan memilih beternak bebek cukup sederhana. Selain perawatannya mudah, hasilnya juga menguntungkan. Daging bebek masih banyak diminati, sementara telur bebek memiliki pasar yang luas. Setiap pagi, ia rutin membersihkan kandang, mengganti air minum, dan menyiapkan pakan yang dibuat dari campuran eceng gondok fermentasi, nasi aking, mie rejeck, hingga pelet.
Dari ratusan ekor bebek yang dipeliharanya, Noviawati mampu menghasilkan 300 hingga 350 butir telur setiap hari. Dengan harga rata-rata Rp2.500 per butir, ia bisa mendapatkan omzet kotor sekitar Rp18 juta per bulan.
Bagi Noviawati, beternak bebek bukan hanya soal keuntungan, melainkan juga wujud kemandirian seorang perempuan. Ia bertekad untuk terus mengembangkan usahanya, tidak hanya memperbanyak jumlah ternak, tetapi juga meningkatkan kualitas produksi telur dan daging.

Lebih jauh, ia berharap usaha yang dijalankannya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar sekaligus menjadi inspirasi bagi perempuan lain agar berani memulai usaha dari rumah. Menurutnya, dengan niat dan kesungguhan, usaha sederhana pun bisa berkembang menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *