Pihak Proyek Penambahan Ruangan Puskesmas Bua Bantah Tudingan Abaikan K3, Bermain Anggaran, dan Lemahnya Pengawasan
Luwu – Menyusul pemberitaan salah satu media online yang menyoroti dugaan pengabaian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), permainan anggaran, serta lemahnya pengawasan pada proyek pembangunan, pihak pelaksana memberikan klarifikasi resmi. Mereka menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar, khususnya pada proyek penambahan ruangan Puskesmas Bua yang saat ini sedang berjalan.
Komitmen K3 di Lapangan
Pihak kontraktor, Ono Syarifuddin, ST, menyampaikan bahwa pihaknya sejak awal telah menaruh perhatian besar pada keselamatan pekerja.
“Kami tidak pernah menutup mata terhadap K3. Semua pekerja sudah diinstruksikan menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, rompi, sarung tangan, dan sepatu safety. Bahkan, setiap pagi kami lakukan briefing untuk mengingatkan pentingnya keselamatan kerja,” jelas Ono.
Ia menambahkan, terkadang di lapangan terlihat ada pekerja yang melepas APD, namun hal itu biasanya saat beristirahat atau dalam kondisi tertentu.
“Sayangnya, kondisi itu sering dipotret tanpa konteks sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah kami mengabaikan K3. Padahal, kami sangat ketat dalam hal keselamatan,” tegasnya.
Soal Anggaran: Transparan dan Sesuai Mekanisme
Terkait tudingan adanya permainan anggaran, Ono membantah keras. Ia menegaskan bahwa proyek ini menggunakan dana resmi dari pemerintah yang dituangkan dalam kontrak kerja.
“Setiap rupiah yang digunakan tercatat rapi dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administrasi maupun teknis. Tidak ada ruang untuk permainan anggaran karena semua diaudit dan diawasi sesuai aturan,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi rutin selalu dilakukan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas untuk memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi.
“Kalau ada yang menuduh adanya penyimpangan, silakan dibuktikan melalui mekanisme resmi, bukan dengan opini yang bisa menyesatkan publik,” tambahnya.
Pengawasan Berjalan Sesuai SOP
Ono juga menanggapi tudingan lemahnya pengawasan. Ia menegaskan bahwa konsultan pengawas selalu aktif memantau pekerjaan.
“Setiap progres pekerjaan dicatat dalam laporan harian maupun mingguan. Jika ada catatan teknis, langsung kami tindaklanjuti di lapangan. Jadi, pengawasan tetap berjalan ketat sesuai SOP,” ujarnya.
Bahkan, menurut Ono, pihaknya selalu membuka diri untuk evaluasi dan koreksi. “Kami bukan anti kritik, tapi kritik harus disertai data, bukan sekadar tuduhan tanpa dasar,” tegasnya.
Harapan kepada Media dan Publik
Sebagai penutup, Ono berharap agar media bisa lebih berimbang dalam menyajikan berita. “Kami menghargai peran media sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial. Namun, dalam pemberitaan sebaiknya dilakukan konfirmasi agar masyarakat mendapat informasi yang utuh, bukan sepihak,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan bahwa pihak kontraktor sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan proyek. “Kalau ada pihak yang ingin melihat langsung, kami persilakan datang ke lokasi. Data dan dokumen juga siap kami tunjukkan. Transparansi adalah komitmen kami,” pungkas Ono.
Dengan klarifikasi ini, publik diharapkan bisa memahami bahwa proyek penambahan ruangan Puskesmas Bua dilaksanakan sesuai ketentuan, dengan tetap mengedepankan K3, transparansi anggaran, dan pengawasan yang rutin.











