Banyumas – Tradisi Kirab Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas berlangsung meriah pada Sabtu (04/10/2025) sore. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti arakan gunungan serta Grebeg Kupat Slamet yang digelar di Lapangan Desa Binangun. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, persatuan, sekaligus ungkapan doa keselamatan bagi masyarakat.
Kirab dimulai dari SD Negeri 1 Binangun. Sejak pagi warga bergotong royong mempersiapkan prosesi, mulai dari memasang janur ketupat hingga menyusun lima gunungan yang kemudian diarak sejauh satu kilometer menuju Lapangan Desa Binangun. Antusiasme masyarakat sangat besar. Sepanjang jalan desa dipadati warga yang ingin menyaksikan arak-arakan gunungan.
Setibanya di lapangan, lima gunungan disatukan dalam sebuah prosesi doa bersama. Usai doa, gunungan ketupat langsung diperebutkan ratusan warga. Mereka percaya, mendapatkan ketupat dari tradisi Grebeg Slamet ini akan membawa berkah dan keselamatan bagi keluarga.
Sri Arsiyah, salah satu warga yang ikut berebut, mengaku senang bisa memperoleh ketupat untuk dibawa pulang. “Alhamdulillah saya dapat banyak. Nanti dimakan bersama keluarga, semoga membawa berkah,” ujarnya.
Ketua Panitia, Ahmad Jauhari Ma’mun, menjelaskan pemilihan ketupat sebagai ikon gunungan bukan tanpa alasan. Menurutnya, ketupat merupakan simbol budaya masyarakat Jawa yang sarat makna.
“Kami pilih ketupat karena ini simbol budaya masyarakat Jawa. Ketupat dimaknai sebagai ngaku lepat, atau mengakui kesalahan kepada Tuhan. Gunungan yang kami buat juga menjadi simbol kebersamaan dan persatuan warga Desa Binangun,” ungkapnya.
Tahun ini panitia menyiapkan empat gunungan yang mewakili empat grumbul di Desa Binangun. Selain itu, terdapat simbol lima gunungan yang melambangkan kemakmuran dengan hasil produksi lokal, mulai dari makanan olahan, gula kristal, peternakan, hingga kopi dan batik.
Kepala Desa Binangun, Sadam, menegaskan bahwa tradisi ini bisa terlaksana karena adanya kebersamaan seluruh elemen masyarakat. “Tradisi ini bisa terlaksana karena adanya kebersamaan semua elemen masyarakat. Harapan saya, mari kita lestarikan budaya dan adat Desa Binangun sebagai warisan untuk anak cucu kita. Gunungan yang diarak juga menjadi simbol kemakmuran warga dari hasil bumi dan produksi lokal,” jelasnya.
Tradisi Kirab Maulid Nabi Muhammad SAW dan Grebeg Kupat di Desa Binangun bukan hanya menjadi bentuk perayaan keagamaan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan, menjaga warisan budaya, serta memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.












