Aksi Nekat Kakek 60 Tahun Gagal, Diduga Karena HimPitan Ekonomi
Banyumas – Aksi nekat seorang kakek berusia 60 tahun bernama Darbun, warga RT 8 RW 1 Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, menghebohkan warga pada Rabu (15/10/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Darbun diduga hendak mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke dalam sumur. Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh warga sekitar yang dengan sigap memberikan pertolongan.
Menurut keterangan warga setempat, Darbun sempat menunjukkan gelagat murung beberapa hari sebelum kejadian. Saat hendak melompat ke sumur, sejumlah warga yang melihat langsung berteriak meminta bantuan. Warga pun segera melakukan penyelamatan hingga akhirnya korban berhasil diamankan dalam keadaan selamat tanpa luka serius.
Diduga, tindakan nekat tersebut dilatarbelakangi oleh tekanan ekonomi yang tengah dihadapi korban. Setelah kejadian, perangkat desa bersama warga memberikan pendampingan dan menenangkan Darbun agar kondisinya stabil kembali.
“Alhamdulillah korban bisa diselamatkan. Kami berharap ada perhatian lebih terhadap kondisi ekonomi warga agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Riyanto, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Informasi lain menyebutkan, sumur yang menjadi lokasi percobaan bunuh diri itu sudah pernah digunakan korban untuk upaya serupa hingga tiga kali. Untuk mencegah kejadian terulang, warga sepakat meminta agar sumur tersebut segera ditutup demi keselamatan bersama.
Saat ini, Darbun masih dalam pengawasan keluarga dan warga setempat, sementara pihak kepolisian serta pemerintah desa terus memantau kondisi psikologis korban.
Banyumas – Aksi nekat seorang kakek berusia 60 tahun bernama Darbun, warga RT 8 RW 1 Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, menghebohkan warga pada Rabu (15/10/2025) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Darbun diduga hendak mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke dalam sumur. Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh warga sekitar yang dengan sigap memberikan pertolongan.
Menurut keterangan warga setempat, Darbun sempat menunjukkan gelagat murung beberapa hari sebelum kejadian. Saat hendak melompat ke sumur, sejumlah warga yang melihat langsung berteriak meminta bantuan. Warga pun segera melakukan penyelamatan hingga akhirnya korban berhasil diamankan dalam keadaan selamat tanpa luka serius.
Diduga, tindakan nekat tersebut dilatarbelakangi oleh tekanan ekonomi yang tengah dihadapi korban. Setelah kejadian, perangkat desa bersama warga memberikan pendampingan dan menenangkan Darbun agar kondisinya stabil kembali.
“Alhamdulillah korban bisa diselamatkan. Kami berharap ada perhatian lebih terhadap kondisi ekonomi warga agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Riyanto, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Informasi lain menyebutkan, sumur yang menjadi lokasi percobaan bunuh diri itu sudah pernah digunakan korban untuk upaya serupa hingga tiga kali. Untuk mencegah kejadian terulang, warga sepakat meminta agar sumur tersebut segera ditutup demi keselamatan bersama.
Saat ini, Darbun masih dalam pengawasan keluarga dan warga setempat, sementara pihak kepolisian serta pemerintah desa terus memantau kondisi psikologis korban.











