Pensiunan ASN Raup Jutaan Rupiah dari Bibit Tanaman Pace

Pensiunan ASN Raup Jutaan Rupiah dari Bibit Tanaman Pace

Banyumas – Masa pensiun tak selalu identik dengan berhenti bekerja. Hal itu dibuktikan oleh Aris Manto (62), pensiunan aparatur sipil negara (ASN) asal Desa Cikidang, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Setelah pensiun pada tahun 2021, Aris justru semakin produktif dengan mengembangkan usaha bibit tanaman mengkudu atau pace yang kini mampu menghasilkan keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulan.
Berbekal pengalaman bertahun-tahun di bidang pertanian, Aris melihat peluang besar dari tanaman pace yang dikenal sebagai tanaman herbal kaya manfaat. Ia mengaku sempat menanam jenis tanaman lain seperti alba, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Dari situ, ia mulai fokus membudidayakan pace yang dinilai lebih menjanjikan.
“Saya pilih tanam pace karena tanaman ini tahan hama, cepat berbuah, dan pasarnya masih terbuka lebar. Selain itu, pace juga punya banyak manfaat untuk kesehatan. Alhamdulillah sekarang sudah ada pesanan bibit dari Jawa Barat dan Jawa Timur, harganya tiga ribu rupiah per batang,” ujar Aris Manto.
Menurutnya, tanaman pace memiliki banyak keunggulan dibanding jenis tanaman lain. Selain tidak mudah terserang hama dan tidak menarik pencuri, pace juga cepat berproduksi. Dalam usia enam bulan sudah mulai berbunga, dan dapat dipanen pertama kali pada usia satu tahun. Setiap dua helai daun mampu menghasilkan satu buah, sehingga panen bisa dilakukan secara rutin setiap sepuluh hari sekali di lahan yang luas.
Permintaan pasar yang tinggi membuat usaha Aris terus berkembang. Saat ini, ia tengah menyiapkan sekitar satu juta bibit tanaman pace, di mana enam ratus ribu di antaranya sudah dipesan pembeli dari Jawa Barat. Bibit pace setinggi 30 sentimeter dijual dengan harga Rp3.000 per batang. Sementara sebagian bibit lain akan ditanam sendiri dan dikembangkan bersama masyarakat sekitar.
Dengan perhitungan sederhana, penjualan 600 ribu bibit saja sudah bisa menghasilkan omzet mencapai miliaran rupiah. Aris berharap, keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pensiunan lain untuk tetap produktif serta berkontribusi bagi lingkungan.
“Selain bisa menjadi sumber penghasilan, tanaman pace ini juga bermanfaat bagi kesehatan. Saya sendiri rutin mengonsumsi buah pace setiap hari,” tuturnya.
Usaha yang ditekuninya sejak 2021 ini membuktikan bahwa masa pensiun bukan akhir dari produktivitas. Dengan ketekunan dan kreativitas, tanaman herbal seperti pace dapat menjadi sumber cuan sekaligus sumber kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *