Banyumas – Dalam upaya menumbuhkan kreativitas dan kerja sama antar siswa, guru dan siswa SD Negeri 2 Semedo, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, menggelar kegiatan pembelajaran praktik membuat sapu lidi dari daun kelapa yang tidak terpakai. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, para siswa diajak untuk berkarya sambil menjaga kelestarian lingkungan.
Suasana belajar di SD Negeri 2 Semedo kali ini tampak berbeda. Para siswa terlihat antusias mengikuti proses pembuatan sapu lidi, mulai dari mencari daun kelapa kering di sekitar sekolah, memisahkan lidi dari daun, hingga mengikatnya menjadi satu dengan tali plastik agar kuat dan rapi.
Kepala SD Negeri 2 Semedo, Guntur Danang, mengatakan kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga menumbuhkan sikap kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami bangga dengan semangat anak-anak. Lewat kegiatan membuat sapu lidi ini, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tapi juga belajar bekerja sama, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan. Harapannya, nilai-nilai itu bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Guntur.
Salah satu siswi kelas V SDN 2 Semedo Vanesa Dwi Agustin mengaku senang bisa belajar membuat sapu bersama teman-temannya.
“Seru banget ikut kegiatan ini, soalnya kita bikin sapu dari daun kelapa sendiri. Dari awal nyari daun kelapa, ngupas dan ngikat lidi satu-satu bareng teman-teman. Ternyata nggak gampang, tapi seru banget. Aku jadi tahu kalau daun kelapa yang biasanya dibuang bisa dibuat jadi sapu,” katanya dengan antusias.
Hasil karya siswa kemudian dipajang dan digunakan di lingkungan sekolah. Para siswa tampak bangga melihat hasil kerja kelompok yang mereka buat bersama.
Selain menumbuhkan kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan nilai kebersamaan dan kesadaran lingkungan sejak dini. Dari daun kelapa yang sederhana, lahir karya yang bermanfaat dan penuh makna—menjadi contoh bahwa belajar bisa menyenangkan sekaligus mendidik.












