Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas tayangan salah satu program televisi di Trans7 yang dinilai menyinggung para kiai dan kalangan pesantren.
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Berkat kerja sama semua pihak, kegiatan ini berjalan lancar dan aman,” ujar AKBP Latif.
Kapolres menegaskan, pihaknya akan meneruskan dan mengawal aspirasi para santri dan alumni pesantren tersebut ke tingkat yang lebih tinggi melalui Polda Jawa Timur hingga ke pusat.
Sebelum aksi berlangsung, Polres Probolinggo telah melakukan koordinasi dengan panitia untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, damai, dan sesuai aturan.
“Saya yakin kehadiran rekan-rekan santri hari ini adalah wujud cinta kepada guru dan kiai kita. Namun, mari kita tetap menghargai proses yang sedang berjalan,” tambah Kapolres.
Selama aksi berlangsung, petugas juga melakukan pengalihan arus lalu lintas di Jalan Pantura depan Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo untuk menghindari kemacetan. Setelah massa membubarkan diri dengan tertib, jalur kembali dibuka dan arus lalu lintas kembali normal.
Sebagai bentuk kedekatan dan rasa humanis, anggota kepolisian turut membagikan snack kepada para santri di tengah aksi. Hal ini menjadi simbol keharmonisan antara aparat kepolisian dan kalangan pesantren.
Aksi damai tersebut berakhir dengan suasana penuh kekeluargaan. Sinergi antara kepolisian, panitia aksi, dan peserta dari berbagai pondok pesantren menjadi kunci terciptanya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Probolinggo.













