Banyumas – Musim panas membawa berkah tersendiri bagi pedagang buah mangga. Agus Rianto (38), warga Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, mengaku kewalahan melayani tingginya permintaan buah mangga dari berbagai pasar di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Menurut Agus, mangga yang dijualnya merupakan kiriman dari Jawa Timur karena di wilayah Banyumas sendiri belum banyak yang panen. “Ini kebetulan kiriman dari Jawa Timur. Di daerah Jeparang Banyumas belum banyak yang panen,” ujarnya.
Agus menuturkan, setiap kiriman mangga datang menggunakan truk cold diesel dengan kapasitas sekitar 60 peti, masing-masing seberat 55 kilogram atau sekitar tiga ton mangga sekali kirim. Buah-buah tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah pasar seperti Pasar Ajibarang, Tuguran, Cilongok, Karanglewas, hingga Karanggandul.
Untuk harga, Agus menyebutkan saat ini mangga dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram, meski harga dapat berubah mengikuti kondisi pasar. “Harga pasar itu bisa naik-turun. Sekarang ini sekitar sepuluh ribu per kilo,” jelasnya.
Agus menambahkan, musim mangga di Banyumas biasanya mencapai puncaknya menjelang pergantian tahun. “Sekarang baru mulai musim. Puncaknya biasanya menjelang tahun baru,” katanya.
Menurutnya, cuaca panas justru membuat kualitas mangga lebih manis dan banyak disukai pembeli. “Kalau cuacanya panas, mangganya jadi lebih manis. Permintaan juga naik,” ujar Agus sambil menunjukkan mangga jenis madu kesukaannya yang rasanya manis legit seperti bercampur madu.











