Banyumas – Di saat banyak anak seusianya menghabiskan waktu libur untuk bermain atau beristirahat, seorang siswa sekolah dasar di Banyumas justru memilih hal berbeda. Dipa Ramadan, siswa kelas 6 asal Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, setiap akhir pekan tampak sibuk membantu orang tuanya mencangkul sawah di dekat rumah.
Setiap Sabtu dan Minggu, bahkan terkadang setelah pulang sekolah, Dipa dengan senang hati turun ke ladang bersama sang ayah. Dengan cangkul di tangan mungilnya, ia bekerja tanpa mengeluh meski di bawah terik matahari.
“Saya bantu orang tua. Biasanya kalau libur Sabtu sama Minggu. Kadang habis sekolah juga ikut nyangkul,” ujar Dipa dengan polos.
Selesai mencangkul, bocah berusia 12 tahun itu masih sempat mencari tanaman genjer di sekitar sawah. Hasilnya dibawa pulang untuk dimasak dan dinikmati bersama keluarga sebagai lauk sederhana yang menambah kehangatan di rumah.
Ayah Dipa, Rakiwan, mengaku tidak melarang anaknya ikut ke sawah. Ia justru bangga dengan semangat anaknya yang mau belajar bekerja keras sejak dini. “Dia itu maunya sendiri. Kalau saya mau ke sawah, dia ikut. Ya saya perbolehkan supaya tahu gimana rasanya jadi petani. Tapi nggak ganggu sekolah, kok,” ungkap Rakiwan.
Meski hidup sederhana, Dipa tetap memupuk cita-cita besar. Ia bercita-cita menjadi seorang TNI agar bisa membanggakan orang tuanya. Bagi Dipa, bekerja di sawah bukanlah beban, melainkan latihan untuk disiplin dan bertanggung jawab sejak kecil.
Dengan tubuh kecil dan semangat besar, Dipa membuktikan bahwa membantu orang tua bisa dilakukan tanpa paksaan. Di tengah kesederhanaan hidup di desa, ketulusan dan kerja keras bocah ini menjadi cermin bahwa cita-cita tinggi dapat tumbuh dari tanah sawah yang sederhana












