SMARTer, Senjata Baru KBN Ambil Keputusan Strategis Berbasis Data. Dirkeu KBN Ikhwanoel Aplikasi Ini Menyatukan Database Aset Terpisah, Wujudkan Efisiensi Real-Time

SMARTer, Senjata Baru KBN Ambil Keputusan Strategis Berbasis Data. Dirkeu KBN Ikhwanoel Aplikasi Ini Menyatukan Database Aset Terpisah, Wujudkan Efisiensi Real-Time

Jakarta – 9 Desember 2025, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, terus memperkuat langkah transformasinya pasca peluncuran aplikasi Sistem Manajemen Aset Real-Time Terintegrasi (SMARTer) di Bogor.

Aplikasi ini kini menjadi sorotan utama karena perannya sebagai database terpusat yang revolusioner.

Dalam wawancara eksklusif, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KBN, Bapak Ikhwanoel, menjelaskan bahwa SMARTer adalah solusi untuk tantangan data aset yang selama ini tersebar.

“Sebelumnya, data aset kami tercatat dan terpisah di berbagai unit. Adanya aplikasi ini akan menyatukan data-data tersebut dalam rangka rencana strategis dan pengembangan bisnis kedepannya,” jelas Bapak Ikhwanoel.

SMARTer dirancang bukan hanya sebagai tempat penyimpanan data, tetapi sebagai tools utama bagi manajemen untuk bertindak cepat dan tepat. Bapak Ikhwanoel menekankan bahwa manfaat utama SMARTer terasa di tingkat manajemen.

“Aplikasi ini sangat membantu manajemen dalam mengambil keputusan strategis dan optimalisasi aset perusahaan.Harapannya, manajemen bisa cepat mengambil keputusan strategis dan bekerja lebih cepat dan efisien.”

Dari sisi keuangan dan komersial, SMARTer menawarkan akurasi data yang valid, yang merupakan kebutuhan krusial bagi perusahaan kawasan industri.

“Aplikasi ini dapat mengetahui berapa nilai aset dan nilai komersialnya, serta berapa depresiasi aset, dan hasilnya sudah valid setelah uji satu siklus penuh,” tambahnya.

Fitur real-time dan online yang dimiliki SMARTer juga memungkinkan kolaborasi yang lebih erat antar unit kerja.

“Aplikasi dapat bekerja secara real time dan online dan dapat berkolaborasi dengan divisi komersial sehingga memudahkan dalam penjualan dan optimalisasi aset.”

Bapak Ikhwanoel menutup pernyataannya dengan harapan besar agar inisiatif internal ini dapat membawa dampak yang lebih luas.

“Ini merupakan inisiatif dari manajemen dan kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Kami berharap [SMARTer] dapat menjadi nilai tambah dan bisa menjadi pilot project untuk kawasan industri di holding BUMN Danareksa.”

Langkah KBN ini menunjukkan komitmen serius perseroan dalam mencapai tata kelola yang transparan dan efisien, menjadikannya perusahaan yang adaptif terhadap dinamika industri 4.0.
(Wahyuni adina putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *