Tekan Biaya Pakan Hingga 50 Persen, Sefrin Dwiyantoro Kembangkan Mesin Extruder Pelet Ikan Apung

Tekan Biaya Pakan Hingga 50 Persen, Segrin Dwiyantoro Kembangkan Mesin Extruder Pelet Ikan Apung
Tekan Biaya Pakan Hingga 50 Persen, Segrin Dwiyantoro Kembangkan Mesin Extruder Pelet Ikan Apung

Tekan Biaya Pakan Hingga 50 Persen, Sefrin Dwiyantoro Kembangkan Mesin Extruder Pelet Ikan Apung

Banyumas – Di tengah tingginya harga pakan ikan pabrikan yang kian menekan keuntungan pembudidaya, Sefrin Dwiyantoro, pelaku usaha asal Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, menghadirkan solusi melalui produksi mesin extruder pelet ikan apung untuk pakan mandiri.

Berlokasi di Jalan Raya Ajibarang Banyumas Nomor 10, RT 1 RW 4, Ajibarang, Sefrin Dwiyantoro bersama timnya memproduksi berbagai mesin perikanan yang dirancang untuk membantu petani ikan menekan biaya produksi.

Produk utama yang dikembangkan adalah mesin extruder pelet ikan apung, lengkap dengan turunannya seperti diskmill, mixer, dan oven, rotary sehingga total terdapat empat item mesin yang diproduksi.

Bacaan Lainnya

“Fokus kami memang di mesin perikanan, khususnya pembuatan pakan mandiri,” ujar Sefrin.

Beragam Kapasitas, Sesuai Kebutuhan Konsumen

Mesin extruder pelet ikan apung yang diproduksi tersedia dalam berbagai kapasitas. Untuk kapasitas kecil, mesin berkapasitas 35 kilogram per jam dibanderol dengan harga sekitar Rp25 juta. Sementara kapasitas menengah 60 kilogram per jam dijual dengan harga Rp40 juta, dan kapasitas 100 kilogram per jam seharga Rp65 juta.

Untuk skala yang lebih besar, tersedia mesin berkapasitas 150 kilogram per jam dengan harga sekitar Rp95 juta, hingga kapasitas 150 kilogram per jam, kapasitas 200 harga Rp125 juta, 250 per jam kisaran harga mencapai Rp140 juta. Mesin-mesin tersebut dirancang memiliki daya tahan tinggi, dengan usia pakai mencapai 4 hingga 5 tahun, tergantung perawatan dan intensitas penggunaan.

“Kapasitas rendah biasanya dipakai perorangan, sedangkan di atas 60 kilo per jam umumnya untuk kelompok. Kalau industri, biasanya ambil 200 kilo per jam ke atas,” jelasnya.

Garansi dan Pelatihan Jadi Nilai Tambah

Tak hanya menjual mesin, Sefrin juga memberikan layanan purna jual berupa garansi selama enam bulan. Untuk konsumen di wilayah Jawa, pengiriman dilakukan langsung ke lokasi sekaligus disertai pelatihan operasional mesin secara langsung.

Sementara untuk konsumen luar Jawa, pengiriman dilakukan melalui jasa kargo, dengan pelatihan dilakukan secara online. Meski demikian, Sefrin menegaskan bahwa pendampingan tetap dilakukan tanpa batas waktu.

“Kami tetap bimbing selamanya, mulai dari pengoperasian, komposisi bahan, sampai hasil pelet yang diinginkan,” katanya.

Pemasaran Hingga Papua Nugini

Produk mesin extruder pelet ikan apung buatan Sefrin telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Palembang, Riau, Kalimantan, Sulawesi, hingga Parepare. Bahkan, pemasaran terjauh pernah menembus Papua Nugini dan wilayah Irian Jaya.

Pemesanan mesin dilakukan langsung melalui WhatsApp di nomor 0813-15003-449, sementara informasi produk dan aktivitas usaha juga dibagikan melalui media sosial Facebook dan TikTok dengan nama Sefrim Dwiantoro, serta kanal YouTube Surya Teknik Ajibarang.

Harapan untuk Petani Ikan

Frindu berharap kehadiran mesin extruder pelet ikan apung ini mampu menjadi solusi nyata bagi pembudidaya ikan yang selama ini terbebani harga pakan pabrikan.

“Dengan pakan mandiri, biaya bisa ditekan sampai 50 persen. Harapannya keuntungan petani bisa meningkat,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar calon pembeli cermat sebelum membeli mesin, dengan melihat pengalaman pengguna lain dan memastikan adanya pendampingan teknis.

“Banyak yang bisa membuat mesin, tapi tidak semua bisa membimbing. Itu yang perlu diperhatikan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *