Warga Banyumas Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Puisi dan Bakar Ikan Bawal
Banyumas – Di Banyumas, Jawa Tengah, warga memilih cara unik menyambut Tahun Baru 2026. Tanpa petasan, mereka merayakan pergantian tahun dengan membaca puisi dan bersama-sama membakar ikan bawal.
Bertempat di teras rumah, Rumihah dan keluarganya merayakan Tahun Baru 2026 dengan cara yang berbeda. Tanpa suara petasan yang biasanya menjadi ciri khas malam pergantian tahun, mereka memilih membakar ikan bawal dan membaca puisi bersama.
Acara sederhana ini terasa hangat dan penuh makna bagi seluruh anggota keluarga. “Momen pergantian tahun baru, aku kumpulin anak dan cucu ponakan, suruh makan-makan, bakal-bakal bawal. Terus ada puisi buat menyambut tahun baru,” ungkap Rumihah, warga setempat.
Puisi yang dibacakan menjadi momen khusus untuk merefleksikan harapan dan doa di tahun baru, sekaligus mempererat kebersamaan keluarga.
Selain itu, Yuni Fanikmah, warga lainnya, menambahkan harapannya untuk tahun 2026.
“Semoga tahun 2026 menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, rezeki lancar, dan Indonesia semakin jaya,” ujarnya.
Perayaan Tahun Baru di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, ini menjadi contoh bagaimana kebahagiaan tidak selalu bergantung pada kemeriahan petasan. Kehangatan dan kehadiran keluarga justru menjadi inti dari perayaan yang berkesan.
Di tengah himbauan pemerintah untuk merayakan dengan sederhana, warga membuktikan bahwa pergantian tahun tetap bisa dirayakan dengan cara yang bermakna, memperkuat ikatan keluarga, serta menjadi waktu untuk berdoa dan berharap agar tahun yang baru lebih baik.
Dengan tradisi sederhana namun sarat makna ini, warga Banyumas menunjukkan bahwa Tahun Baru bukan sekadar hingar-bingar kembang api, melainkan momen refleksi, doa, dan kebersamaan keluarga.

















