Brebes – Hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes bagian selatan menyebabkan sungai meluap dan menerjang permukiman warga. Akibatnya, belasan rumah di Desa Dukuhturi dan Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terdampak banjir. Warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat demi menghindari risiko yang lebih besar.
Banjir bandang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus sejak Jumat malam. Luapan sungai yang keruh dan berarus deras menghantam permukiman warga di RT 01 dan RT 05 RW 01 Desa Dukuhturi serta Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu.
Wilayah terdampak terparah berada di Desa Adisana. Selain merusak permukiman warga, banjir juga menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui, sejumlah rumah mengalami kerusakan parah, serta mengganggu jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bumiayu.
Derasnya arus air mengakibatkan tanah di bantaran sungai tergerus hingga menyebabkan sejumlah rumah hanyut dan rusak parah. Pada Sabtu pagi, warga yang tinggal di dekat aliran sungai terpaksa menyelamatkan diri dan mengemas barang-barang seadanya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ketua RT 01 Desa Dukuhturi, Subejo, mengatakan sedikitnya terdapat 12 rumah yang terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, tujuh rumah dilaporkan hanyut terbawa arus sungai, sementara lima rumah lainnya mengalami kerusakan dan terancam longsor. Ia menambahkan, sebagian rumah warga dibangun sekitar 50 meter dari bantaran sungai dan memiliki sertifikat resmi. “Banjir di wilayah ini sudah sering terjadi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius, terutama normalisasi sungai dan penguatan tanggul, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengancam seluruh permukiman,” ujar Subejo.
Hingga Sabtu siang, banjir dan pergerakan tanah di lokasi kejadian masih berlangsung. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian memasang garis polisi di sejumlah titik rawan di sekitar bantaran sungai.
Sementara itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes telah melakukan pendataan dan asesmen pascabencana. Petugas BPBD Brebes, Agus Tono, mengatakan pihaknya mencatat sebanyak 12 rumah terdampak banjir di Desa Dukuhturi.
BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan banjir untuk tetap waspada serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila hujan kembali turun, mengingat kondisi tanggul di lokasi tersebut kerap rusak dan terbawa arus air.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa banjir tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat beberapa rumah warga dilaporkan hilang terseret arus banjir. Data sementara korban terdampak mencatat tujuh rumah hanyut, yakni milik Asep Rajiman, Jajang Joni, Sentot, Narimo, Boni, Wasran, dan Rukyat.
Sementara lima rumah lainnya terdampak, milik Bejo, Rasikem, Mail, Rozak, dan Ara Rusmirah. Seluruh rumah terdampak berada di RT 01 dan RT 05 RW 01 Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.












