Alumni ITB 1975 Sambangi Kebun Durian Bhinneka Bawor Banyumas, Bukti Durian Lokal Kian Mendunia
Banyumas – Durian lokal Bhinneka Bawor asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus menarik perhatian para pecinta durian dari berbagai daerah. Kali ini, sejumlah alumni Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1975 datang langsung ke kebun durian untuk melihat lebih dekat asal-usul, proses budidaya, hingga mencicipi kualitas durian unggulan tersebut.
Kunjungan dilakukan di kebun durian milik Sarno Ahmad Darsono yang berada di Desa Alas Malang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Para alumni yang datang dari Jakarta, Bandung, hingga Cirebon ini ingin membuktikan secara langsung kualitas durian Bhinneka Bawor yang belakangan semakin populer di kalangan pencinta durian nasional.
Tak sekadar wisata, kedatangan para alumni ITB ini dilandasi rasa ingin tahu terhadap proses pengembangan bibit durian Bhinneka Bawor. Mereka ingin mengetahui bagaimana durian lokal ini mampu memiliki cita rasa unggul dan bersaing dengan durian impor maupun varietas populer lainnya.
Pemilik kebun, Sarno Ahmad Darsono, menjelaskan bahwa durian Bhinneka Bawor memiliki kualitas premium dengan cita rasa yang khas dan konsisten. Menariknya, meski memiliki kualitas unggulan, harga durian ini tetap terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.
“Durian Bhinneka Bawor ini memiliki rasa yang unggul dengan kualitas premium. Harganya kami jaga agar tetap terjangkau, sehingga semua kalangan bisa menikmati. Harapan kami, durian lokal mampu bersaing dan Indonesia bisa lebih mandiri tanpa harus mengandalkan impor,” ujar Sarno.
Menurut Sarno, pengembangan durian Bhinneka Bawor tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga membawa misi kebanggaan nasional. Ia berharap durian lokal ini dapat menjadi ikon pertanian Indonesia sekaligus mendorong kemandirian bangsa di sektor hortikultura. Kesan mendalam pun dirasakan para alumni ITB setelah mencicipi langsung durian dari sumbernya.
Salah satu perwakilan alumni, Joko, mengaku perjalanan jauh yang mereka tempuh terbayar lunas oleh kualitas rasa durian Bhinneka Bawor.
“Kami datang jauh-jauh dari berbagai daerah untuk mencoba langsung dari kebunnya. Rasanya luar biasa, bahkan menurut kami jauh lebih baik dibandingkan durian lain yang pernah kami coba,” ungkap Joko.
Ia menilai durian Bhinneka Bawor memiliki keunggulan rasa yang mampu menyaingi durian impor. Hal ini menjadi bukti bahwa durian lokal Indonesia tidak kalah kualitasnya dan layak mendapat tempat di pasar nasional maupun internasional.
Kehadiran para pecinta durian dari luar daerah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa durian lokal mampu bersaing dengan produk impor. Dengan pengembangan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, durian Bhinneka Bawor diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri dan berdaya saing di sektor hortikultura.

















