Brebes – Akibat banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, pasokan pipa PDAM terganggu. Meski demikian, suplai air bersih bagi ribuan pelanggan tetap diupayakan berlanjut melalui langkah darurat.
Pimpinan Unit PDAM Wilayah Bumiayu, Muflikhin, ST, menjelaskan, pihaknya melakukan pengiriman air bersih atau dropping menggunakan tangki secara gratis ke wilayah terdampak.
“Saat ini, kapasitas tangki yang tersedia satu unit sebesar 4.000 liter. Jika dipaksakan, satu tangki bisa melayani hingga 15 drop per hari, tetapi untuk sementara baru satu tangki yang operasional. Dari pusat, akan dikirimkan tambahan satu tangki lagi dengan kapasitas yang sama,” ujarnya.
Untuk layanan teknis, PDAM berupaya agar proses pengiriman air berlangsung 24 jam. “Harapan kami, operasional bisa dilakukan mulai pukul 06.00 hingga 23.00 atau 24.00 malam.
Dengan cara ini, jika ada permintaan mendadak, kami bisa segera melayani,” kata Muflikhin.
Dalam operasional dropping, PDAM memanfaatkan tenaga outsourcing sebanyak 16 orang. Jumlah personel ini rencananya akan ditambah menjadi 20 orang untuk mempercepat proses distribusi air bersih.
Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih atau ingin mengadukan keluhan, dapat menghubungi nomor aduan yang tertera di rekening PDAM masing-masing. “Server kabupaten akan menerima laporan, kemudian diteruskan ke pusat untuk koordinasi pengiriman air tanki.
Banyak permintaan yang sudah masuk, dan kami akan berusaha melayani semuanya,” pungkas Muflikhin.
Dengan langkah ini, PDAM Wilayah Bumiayu berharap kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir tetap terpenuhi meski jaringan pipa mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.











