Sebanyak 35 anak yatim piatu menerima santunan dan bingkisan kasih sayang dari masyarakat.
Kegiatan tahunan yang telah berjalan sejak 2012 ini menjadi agenda rutin warga RT 09 RW 03 Kelurahan Wiroborang.
“Insyaallah, hingga saat ini sudah pelaksanaan yang ke-14. Tentunya hal ini bisa terus berjalan atas dukungan partisipasi semua warga,” ungkap panitia penyelenggara, Anang Nugroho, dalam laporannya.
Santunan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga upaya memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di tengah masyarakat. Anak-anak yatim yang menerima bantuan berasal dari lingkungan RW 03 Wiroborang, Sukoharjo, dan wilayah sekitar.
Wawali Ina dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Muharam merupakan momen penuh berkah yang semestinya dimaknai dengan rasa syukur dan semangat memperbaiki diri.
“Menyambut tahun baru Islam tentu harus diiringi dengan rasa haru dan syukur atas limpahan nikmat dari Allah SWT. Bulan yang mulia ini sepatutnya kita isi dengan semangat dan tujuan baru agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya berbagi, khususnya kepada mereka yang membutuhkan. “Santunan kepada anak-anak yatim ini semoga menjadi amal ibadah kita bersama, membawa berkah dan senantiasa diridai Allah SWT,” imbuh Ina.
Suasana haru dan penuh kekhidmatan mewarnai acara saat tim hadrah melantunkan selawat. Wawali Ina bersama tokoh masyarakat dan warga setempat menyerahkan langsung bantuan kepada para anak yatim.
Selain itu, Lurah Wiroborang, Firman Wigahadi Pratama, turut menyampaikan bahwa pihak kelurahan melalui program CSR telah menyalurkan bantuan tambahan berupa telur dan sayur-mayur. Ia juga menyebutkan akan ada kegiatan serupa dalam waktu dekat.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat Muharam bukan hanya soal perayaan, namun juga momen untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.












