BMKG Makassar Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Bulusaraung

PANGKEP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Selasa (20 Januari 2025).

Operasi Modifikasi Cuaca ini dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan guna mempermudah proses pencarian dan evakuasi korban serta bangkai pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di wilayah pegunungan tersebut. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi SAR gabungan di lapangan.

Kepastian pelaksanaan OMC tersebut disampaikan oleh Prakirawan Retno Noviana Sari, selaku Forecaster BMKG Makassar, melalui pesan WhatsApp kepada media e-portal.

“Walaikumsalam, iya betul Pak. OMC akan dilaksanakan per hari ini tanggal 20 sampai 22 Januari 2025,” ujar Prakirawan Retno Noviana Sari dalam pesan singkatnya.

Retno menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan melalui sejumlah tahapan teknis yang berbasis analisis ilmiah. Tahap awal diawali dengan pemantauan cuaca, yakni memantau kondisi atmosfer secara real-time menggunakan radar cuaca, citra satelit, data Automatic Weather Station (AWS), serta model prakiraan cuaca untuk mengidentifikasi potensi awan hujan.

Tahap berikutnya adalah analisis kelayakan operasi, meliputi kajian jenis dan pertumbuhan awan, arah serta kecepatan angin, hingga tingkat kelembapan udara. Dari hasil analisis tersebut ditentukan keputusan Go atau No-Go, apakah operasi dapat dilaksanakan atau perlu ditunda.

Jika kondisi memungkinkan, dilakukan perencanaan penyemaian, mencakup penentuan wilayah target, waktu pelaksanaan, rute penerbangan, serta bahan semai yang digunakan, yakni natrium klorida (NaCl). Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan operasi, pesawat akan terbang sesuai rute yang telah direncanakan dan melakukan penyemaian pada awan-awan yang memenuhi kriteria teknis.

Setelah penyemaian, BMKG melakukan monitoring dampak, dengan mengamati perubahan awan dan hujan, membandingkan kondisi sebelum dan sesudah operasi, serta menilai dampaknya di wilayah target. Tahap akhir adalah evaluasi dan pelaporan, di mana laporan harian pelaksanaan OMC disampaikan kepada pimpinan dan instansi terkait.

Pelaksanaan OMC ini merupakan bagian dari dukungan terhadap percepatan operasi SAR, sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia agar pencarian dan evakuasi korban dilakukan secara maksimal, cepat, dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *