Jakarta – Dukung Gerakan Ketahanan Pangan,Kodim 0502 Jakarta Utara menggelar kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di lahan persawahan Rorotan, Cilincing, Rabu (30/4/2025).
Dengan melibatkan TNI-Polri, Pemkot Jakarta Utara, hingga kelompok tani setempat, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, yang kini juga menyasar wilayah perkotaan seperti Jakarta.
Menurut Komandan Kodim 0502 Jakarta Utara Kolonel Infanteri Dony Gredinand, kegiatan tanam padi serentak ini merupakan agenda rutin yang terus digalakkan.
Jakarta Utara masih memiliki potensi pertanian aktif, termasuk lahan sawah di Rorotan seluas 240 hektare,meski dikenal sebagai kota padat penduduk.
“Lahan ini kita maksimalkan. Dengan dukungan pompa air, traktor, dan benih unggul, kami optimistis hasilnya akan maksimal,” ucap Dony.
Dirinya menyampaikan, sekitar 20 persen lahan merupakan milik pribadi, sementara sisanya dikelola oleh pihak swasta.
Selain itu,Dandim juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Kami ingin membuktikan bahwa meski berada di kota besar, Jakarta tetap bisa berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, para petani menerima bantuan benih padi varietas genjah M70, delapan unit mesin pompa air, dan delapan unit hand tractor.
Bantuan tersebut diberikan oleh berbagai instansi, termasuk Kodim 0502/JU, Polres Metro Jakarta Utara, serta Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara.
Kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di Rorotan, Kolonel Dony Gredinand turun langsung ke sawah bersama para petani dan unsur TNI-Polri.
Dengan mengenakan seragam loreng lengkap dan caping di kepala, Dandim terlihat memegang bibit padi dan ikut menanam di tengah genangan air sawah.
Tak hanya memantau, ia terlibat aktif dalam proses tanam dan kehadirannya pun disambut para petani yang merasa didampingi secara langsung oleh unsur pimpinan wilayah.
Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan Sirojudin Abas mengapresiasi dukungan yang diberikan.
Dirinya menyebut bantuan tersebut sangat penting dalam mendukung produktivitas petani.
“Kalau cuaca mendukung, varietas M70 ini bisa dipanen dalam 75 hingga 80 hari. Insyaallah bulan Juli panen,” kata dia.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara, Unang Rustanto, mengatakan pihaknya terus mendampingi petani agar bisa mandiri secara bertahap.
“Bibit M70 ini berlabel ungu, artinya setelah panen bisa langsung dijadikan benih lagi. Ini mendorong petani tidak tergantung dari bantuan pemerintah,” jelasnya.
Unang menambahkan, kolaborasi antara instansi, seperti TNI, Polri, dan Pemkot, menjadi kunci keberhasilan program pangan di Jakarta Utara.
Dirinya berharap inisiatif seperti ini terus berlanjut untuk meningkatkan kemandirian pangan daerah.
(Wahyuni adina putri)











