Banyumas – Sugiono (52), warga Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, berhasil mengembangkan budidaya melon jenis Golden Aroma dengan sistem modern. Petani yang sebelumnya menanam secara konvensional ini kini beralih ke sistem greenhouse dengan media tanam polybag berisi campuran tanah dan serabut keluar atau cocopeat.
.
Di lahan miliknya, Sugiono telah membangun dua greenhouse. Masing-masing berisi 400 tanaman melon, sehingga total mencapai 800 tanaman. Perawatan dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan pupuk organik dari limbah cangkang telur yang telah difermentasi. Air rendaman cangkang digunakan sebagai bahan penyiraman setiap hari.
“Kalau menanam melon hampir sama dengan menanam timun, baik pengolahan maupun perawatannya. Bedanya, dengan sistem greenhouse ini lebih terkontrol,” ujar Sugiono saat ditemui, Rabu (21/08/2025).
Ia menjelaskan, penyiraman dilakukan rutin dua kali sehari, pagi dan sore. Selain itu, perawatan lain meliputi proses penyerbukan, penyiangan, serta pemangkasan daun yang tidak produktif agar nutrisi lebih terfokus pada buah.
Saat ini, tanaman melon milik Sugiono telah berusia 45 hari sejak tanam. Jika tidak ada kendala, panen diperkirakan dapat dilakukan pada usia 70 hari, atau sekitar 25 hari mendatang.
Dengan metode budidaya modern tersebut, Sugiono optimistis hasil panen melon Golden Aroma akan lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi dibanding sistem konvensional.











