Banyumas – Dari tangan Iswadi Idris, warga Desa Kuntili, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, berbagai bibit durian unggul seperti Bhineka Bawor, Musangking, dan Super Tembaga berhasil menembus pasar nasional. Berawal dari usaha sederhana menjual sayur, kini pria yang akrab disapa Idris ini sukses menjadi penyedia bibit durian terkemuka yang bahkan sudah merambah hingga Kalimantan.
Usaha penyediaan bibit durian yang digeluti Iswadi mulai dirintis sejak tahun 2018. Awalnya, ia hanyalah penjual sayur di pasar. Namun, melihat potensi durian yang semakin menjanjikan, ia mulai mengumpulkan biji durian untuk disemai menjadi bibit. Dari situlah langkah awal usahanya dimulai.
“Dulu kami jualan sayur, tapi lihat potensi durian besar. Mulai dari nyemai biji durian, kami rawat jadi settling lalu disambung pucuk, jadilah bibit unggul seperti bawor asli Banyumas. Unggulan kami bawor, ada juga musangking, duritam, dan super tembaga yang harganya di atas musangking. Alhamdulillah, Kalimantan sudah percaya kami. Harga bibit mulai dari 50 ribu sampai jutaan tergantung ukuran dan jenis. Kami jaga kualitas, bergaransi, dan terus komunikasi dengan pelanggan agar bibit tumbuh baik dan usaha berkelanjutan,” ujar Iswadi.
Setelah melalui proses penyemaian selama empat bulan, bapak satu anak ini melakukan sambung pucuk dan mengembangkan bibit di media polybag berukuran besar. Kini, berbagai varietas unggul seperti Bhineka Bawor asal Banyumas, Musangking, dan Duri Hitam siap dipasarkan ke berbagai daerah.
Dalam pemasarannya, Iswadi memanfaatkan media digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui platform tersebut, ia mampu menarik minat pembeli dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak tahun 2023, ia bahkan telah menyuplai ribuan bibit ke luar Jawa, termasuk Kalimantan.
“Alhamdulillah, Kalimantan sudah percaya kami. Sudah dua tahun ini kami rutin kirim ribuan bibit durian ke sana,” ungkapnya.
Pada musim hujan seperti saat ini, aktivitas pembibitan di lapaknya meningkat pesat. Iswadi mengaku, omset yang diperoleh bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp100 juta untuk setiap kali pengiriman. Namun, bagi Iswadi, keberhasilan usaha bukan hanya diukur dari pendapatan, melainkan dari kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
“Yang terpenting menjaga kualitas, karena dari awal sampai panen kami tetap dampingi pelanggan agar bibit tumbuh bagus,” katanya.
Kini, dari rumah sederhananya di Desa Kuntili, Iswadi mampu mempekerjakan 11 orang warga sekitar. Melalui ketekunan dan inovasi, ia berhasil membuktikan bahwa durian tak hanya nikmat untuk dinikmati, tetapi juga bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.











