Bupati Probolinggo, Gus Dr. Haris, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui pagelaran busana batik.
“Ini merupakan kearifan lokal yang harus kita jaga dan lestarikan. Batik Dewi Rengganis adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Probolinggo yang patut dikenal lebih luas,” ujar Bupati Haris.
Selain fashion show, acara pembukaan juga dimeriahkan dengan prosesi penyatuan tujuh mata air dari tujuh ranu di Kecamatan Tiris. Prosesi ini dibawakan oleh para model yang mengenakan kain Batik Dewi Rengganis dan membawa kendi berisi air dari masing-masing ranu. Simbol ini menggambarkan penyatuan kekayaan alam dan budaya Probolinggo.
Sementara itu, Ketua Anggita Adikarya Perajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo, Mahrus, mengungkapkan bahwa terdapat 10 perajin batik lokal yang berpartisipasi dalam acara tersebut.
“Ada sepuluh perajin batik yang ikut berkontribusi menampilkan karya terbaik mereka. Semuanya merupakan anggota APBBA,” jelasnya.
Mahrus juga berharap, melalui ajang bergengsi ini, Batik Dewi Rengganis dapat semakin dikenal luas.
“Harapan kami, batik khas Probolinggo ini bisa semakin dikenal di tingkat nasional, bahkan menembus pasar internasional,” tuturnya.
Festival Seven Lakes Probolinggo 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat Probolinggo kepada dunia.














