Gus Haris Ajak Jurnalis Kawal Pengembangan Wisata Probolinggo dengan Jurnalisme Positif

Gus Haris Ajak Jurnalis Kawal Pengembangan Wisata Probolinggo dengan Jurnalisme Positif

Probolinggo – Bupati Probolinggo, dr. Haris Damanhuri atau yang akrab disapa Gus Haris, mengajak insan pers di Probolinggo Raya untuk terus berperan aktif dalam membangun daerah melalui pemberitaan yang positif dan membangun harapan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gus Haris saat berdialog bersama para jurnalis dalam acara Gathering Media dan Peningkatan Kapasitas SDM, yang digelar di Hotel Eco Bremi, Kecamatan Krucil, Rabu malam (12/11/2025).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Gus Haris menegaskan pentingnya peran media bukan hanya sebagai penyampai informasi, namun juga sebagai pembentuk persepsi publik dan penumbuh kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Teman-teman media bukan sekadar penyambung informasi, tapi juga pembentuk persepsi, membangun kepercayaan, dan menumbuhkan harapan. Itu yang paling penting,” ujar Gus Haris di hadapan puluhan jurnalis yang hadir.

Gus Haris kemudian mengisahkan sebuah perumpamaan tentang penyebaran berita bohong. Ia menggambarkan bagaimana fitnah yang terlanjur tersebar diibaratkan seperti bulu kemoceng yang terbang tertiup angin sulit dikumpulkan kembali meski sudah meminta maaf.

“Begitulah jika berita yang tidak benar sudah terlanjur tersebar. Meskipun diklarifikasi, dampaknya tidak akan sama seperti semula,” tuturnya.

“Karena itu, saya berpesan: be positive. Jurnalisme yang positif akan membawa energi yang positif, dan insya Allah juga keberkahan.”

Dalam dialog tersebut, Gus Haris juga mengulas arah kebijakan Pemkab Probolinggo dalam pengembangan sektor pariwisata yang kini menjadi mesin penggerak utama ekonomi daerah.

“Kabupaten Probolinggo memiliki luas 1.696 km², dari pantai hingga pegunungan. Saya menyebut Probolinggo ini sebagai miniatur Jawa Timur. Dari ketinggian nol meter sampai 2.500 meter, semua keindahan alam ada di sini,” jelasnya.

Ia menyebut sejumlah potensi wisata alam seperti tujuh danau di satu kecamatan, tujuh air terjun, kebun teh, sungai untuk rafting, hingga gunung-gunung seperti Bromo, Lemongan, dan Argopuro. Menurutnya, dengan kekayaan alam sebesar itu, tidak semestinya Probolinggo hanya menempati posisi keempat dalam urusan pariwisata di Jawa Timur.

“Masa kita sekaya ini hanya di peringkat empat? Ini gak masuk akal. Kita harus gas dan lakukan akselerasi besar-besaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Haris menyampaikan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah tengah menggagas konsep pengembangan pariwisata berbasis alam, budaya, dan olahraga (nature, culture, sport tourism).

Setiap destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo nantinya akan memiliki agenda dan festival sendiri, agar aktivitas wisata tidak hanya terpusat pada satu waktu atau tempat.

“Setelah Seven Lake Festival, nanti setiap danau dan air terjun akan bikin event masing-masing. Kita ingin setiap destinasi hidup sepanjang tahun,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan mengenai minat investor, Gus Haris mengaku sudah banyak pihak yang mulai melirik potensi wisata Probolinggo pasca berbagai event besar seperti Seven Lake Festival. Namun ia menegaskan bahwa pembangunan tetap harus berpijak pada prinsip ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Konsep kita tetap nature. Tidak boleh ada pembangunan yang merusak alam. Pembangunan harus kolaboratif, masyarakat harus ikut menikmati dan menjaga,” katanya.

Gus Haris juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan menjamin keamanan, kenyamanan, dan kemudahan perizinan bagi para investor yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata.

“Kami welcome kepada investor. Tapi kami juga menjamin investasi di Probolinggo itu aman dan nyaman. Perda tentang kemudahan investasi sedang kami proses,” ujarnya.

Acara yang berlangsung penuh keakraban itu ditutup dengan pesan Gus Haris kepada para jurnalis untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.

“Teman-teman media adalah bagian dari perjalanan pembangunan ini. Kalau kita semua berpikir positif dan menulis yang positif, insya Allah Probolinggo akan menjadi daerah yang penuh berkah,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *