HUT PGRI 2025, Pekuncen Hadirkan Kegiatan Besar yang Gaungkan Peran Guru

HUT PGRI 2025, Pekuncen Hadirkan Kegiatan Besar yang Gaungkan Peran Guru

Banyumas — Peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 di Kecamatan Pekuncen berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen pendidikan.

Ketua PGRI Cabang Pekuncen, Akhmad Sukaryanto, menjelaskan bahwa tahun ini menjadi momen khusus karena ia baru saja kembali dipercaya memimpin PGRI Cabang dengan kepengurusan baru yang terbentuk pada Mei 2025.

Bacaan Lainnya

Sejumlah agenda telah disiapkan sejak Oktober. Salah satunya adalah pemasangan bendera PGRI di seluruh sekolah mulai 1–31 November sebagai tanda dimulainya rangkaian perayaan.

“Kegiatan sudah bergulir sejak Oktober, diawali pemasangan bendera PGRI hingga akhir November, kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba yang melibatkan semua guru,” ujar Akhmad.

Lomba-lomba tersebut diikuti guru dari jenjang SD, SMP, MTs, MI, TK, IGRA, hingga Himpaudi, yang tergabung dalam 22 ranting. Guru laki-laki mengikuti Lomba Gopang Sodor, sementara guru perempuan berpartisipasi dalam Lomba Kasti, yang keduanya berlangsung penuh antusias.

Memasuki 20 November, PGRI menggelar Jalan Sehat Guru yang diikuti ribuan peserta, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas, hingga tenaga kependidikan. Empat anggota DPRD dapil Pekuncen — Samsudin, Balkis, Mugi, dan Joko Pramono — turut memberikan dukungan. Rencana menghadirkan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, harus batal karena agenda dinas di luar Jawa.

Meski begitu, acara berlangsung sukses dengan berbagai door prize menarik, termasuk kulkas, mesin cuci, dan sepeda listrik, yang membuat peserta bertahan hingga pengundian hadiah utama.

Puncak peringatan digelar pada 25 November 2025 melalui Upacara HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional yang dipusatkan di halaman SMP Negeri 2 Pekuncen. Usai upacara, agenda dilanjutkan dengan Lomba Tumpeng yang diikuti 22 ranting.

Lomba tumpeng tahun ini menjadi sorotan karena juga mendorong pengembangan UMKM guru. Banyak guru yang memiliki usaha kuliner dan katering memanfaatkan lomba tersebut untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan produk mereka.

“Lomba Tumpeng bukan hanya ajang seremonial, tetapi wadah bagi guru-guru pelaku UMKM untuk menunjukkan kemampuan kuliner dan mempromosikan usahanya,” kata Akhmad.

Beberapa guru yang memiliki usaha warung makan juga dilibatkan sehingga rangkaian kegiatan berjalan semakin meriah dan penuh kebersamaan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *