Imbas Proyek, Ratusan Pohon di Probolinggo Ditebang, Aktivis Lingkungan Laporkan Penebangan ke Polisi

Kota Probolinggo – Belasan aktivis pecinta lingkungan yang tergabung dalam melaporkan penebangan ratusan pohon di Kota Probolinggo ke Polres Probolinggo Kota, Kamis (23/10/2025) kemarin.

Penebangan tersebut merupakan imbas dari dua proyek besar Pemkot Probolinggo, yakni revitalisasi Alun-Alun Kota dan pembangunan dua ruas jalan arteri mulai dari jalan Soekarno Hatta sampai jalan Panglima Sudirman.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 161 pohon angsana dan mahoni di kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo ditebang. Kayu hasil penebangan tersebut disebut dijual dengan nilai Rp 28 juta. Sementara itu, pada proyek dua ruas jalan arteri, 85 pohon angsana juga ditebang dengan nilai penjualan sekitar Rp5 juta.

Aktivis lingkungan menilai penebangan ratusan pohon itu dilakukan tanpa kajian mendalam dan regulasi pelelangan yang jelas. Mereka juga menyoroti harga jual kayu yang dianggap terlalu murah serta dugaan ketidakterbukaan proses penjualannya.

Korlap aksi Arif Billah, menyebut langkah Pemkot Probolinggo terlalu gegabah dan tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.

“Kami tidak menolak pembangunan, tetapi seharusnya bisa berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan tanpa harus menebang pohon. Pohon-pohon itu aset yang sudah dipelihara bertahun-tahun. Harusnya dilakukan kajian intensif sebelum pemotongan,” ujar Arif Billah.

Ia juga meminta Polres Probolinggo Kota untuk memeriksa proses perencanaan, kajian, dan pelaksanaan proyek, serta menghentikan penebangan lebih lanjut. Jika laporan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa.

Laporan aktivis tersebut diterima langsung oleh Unit Tipidter Satreskrim Polres Probolinggo Kota dan Wakapolres Kompol Didit Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menjelaskan bahwa proses penjualan kayu hasil penebangan telah melalui mekanisme penawaran dengan sistem harga tertinggi sebagai pemenang.

“Proses penjualan sudah melalui penawaran resmi. DLH juga akan menanam kembali 142 pohon di kawasan Alun-Alun, dan sisanya akan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR,” jelas Retno.

DLH memastikan penanaman pohon pengganti akan dilakukan melalui proses perencanaan dan anggaran yang telah disiapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *