Banyumas – Pemandangan tak biasa terjadi di Desa Pertahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Kepala Desa Pertahunan, Rohmat, tiba-tiba memanjat pohon kelapa milik warga hanya untuk satu tujuan: mengambil nira kelapa secara langsung. Aksinya ini pun menarik perhatian warga sekitar pada Jumat (25/07/2025).
Bukan tanpa alasan, Desa Pertahunan memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil gula kelapa di Banyumas. Aktivitas menyadap nira dari pohon kelapa sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
“Saya cuma iseng, tapi sekaligus ingin merasakan langsung apa yang setiap hari dilakukan warga kami,” ujar Rahmat sambil tersenyum usai turun dari pohon kelapa. “Ini juga bentuk penghormatan saya terhadap profesi petani gula kelapa yang selama ini menghidupi banyak keluarga di desa ini.”
Aksi spontan sang kepala desa ini mendapat apresiasi dari warganya. Mereka menganggap langkah Rohmat sebagai simbol kedekatan pemimpin desa dengan rakyat dan kesadarannya terhadap potensi lokal.
Rohmat juga menambahkan bahwa pihak desa tengah mendorong pengembangan produk turunan dari gula kelapa dan berupaya membuka akses pemasaran yang lebih luas, baik secara daring maupun melalui kerja sama antar daerah.
“Gula kelapa bukan hanya soal ekonomi, tapi juga budaya dan warisan lokal yang harus kita jaga,” tambahnya.
Desa Pertahunan hingga kini tetap aktif memproduksi gula kelapa secara tradisional, dan menjadi bagian penting dari identitas Kecamatan Pekuncen sebagai kawasan agrikultur dan kearifan lokal Banyumas.
Iseng Panjat Pohon Kelapa, Kades Pertahunan Tunjukkan Kepedulian pada Tradisi Warga
Iseng Panjat Pohon Kelapa, Kades Pertahunan Tunjukkan Kepedulian pada Tradisi Warga











