Cilacap – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam kembali dilakukan oleh Baznas Kabupaten Cilacap pada Kamis (30/10/2025). Melalui kerja sama dengan Perhutani, Baznas Cilacap resmi menerima pengelolaan lahan seluas 150 hektare di wilayah Desa Tambaksari, Kecamatan Wanareja, untuk dimanfaatkan dalam program “Cilacap Makmur” subprogram Rukun Tani.
Penyerahan lahan dari pihak Perhutani kepada Baznas disaksikan oleh Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Baznas Kabupaten Cilacap, Akhmad Kholil, serta perwakilan kelompok tani Rukun Tani Badi Al-Hasani Tambaksari. Pada kesempatan yang sama, Baznas juga menyerahkan satu unit mesin pembajak tanah kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas petani di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, Akhmad Kholil menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata Baznas dalam memperluas pemberdayaan ekonomi umat, khususnya masyarakat mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki.
“Alhamdulillah, kesempatan kali ini Baznas Cilacap bisa melakukan sesuatu yang bertujuan untuk merubah mustahik menjadi muzakki. Tidak harus selalu dengan dana zakat, tapi melalui inisiatif dan kerja sama yang produktif,” ujar Kholil.
Ia menambahkan, total 150 hektare lahan yang dikelola Baznas bersama Perhutani akan didistribusikan kepada tiga kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Wanareja, Sidareja, dan Cipari. Program ini akan melibatkan sekitar 130 petani penggarap, dengan rencana penanaman tanaman produktif seperti singkong, pakan ternak (odot), serta tanaman bernilai ekonomi seperti durian.
“Semua kegiatan ini terintegrasi dalam program Baznas Cilacap. Kami berharap lahan tersebut bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penggarap,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Rukun Tani Badi Al-Hasani, Anton Widianto, menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas dukungan dari Baznas dan Perhutani.
“Kami berencana menanam tanaman odot, pakcoy, dan tumpang sari yang bernilai ekonomis. Harapannya bisa menunjang kebutuhan pakan ternak dan meningkatkan kemandirian kelompok,” ungkap Anton.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya kelompok tani yang ia pimpin telah menerima bantuan domba dari Baznas, yang kini dikelola secara mandiri oleh anggota kelompok. Dengan adanya lahan baru ini, hasil pertanian seperti pakan ternak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan internal kelompok sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan.
“Kalau pakan ternak bisa menghasilkan, tentu bisa menopang operasional pesantren dan kelompok tani. Kami berharap ada dukungan lanjutan dari instansi terkait maupun perusahaan yang punya program CSR agar masyarakat sekitar bisa semakin sejahtera,” tutur Anton.
Program pemanfaatan lahan Perhutani ini menjadi salah satu langkah strategis Baznas Cilacap dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan, sejalan dengan visi “Cilacap Makmur” yang menekankan sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.












