Cilacap – Dalam rangka memperkuat kemampuan dan sinergi berbagai unsur dalam penanganan bencana perkotaan, kegiatan Urban Search and Rescue (Urban SAR) digelar di kawasan Griya Patra, Cilacap, Jawa Tengah pada Senin (10/11/2025). Pembukaan Latihan tersebut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, S.E., M.M., M.Tr (Opsla).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh Satgas Masudana di bawah koordinasi Direktur Rizieq Zainal. Menurut Mayjen Edy Prakoso, latihan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan personel, peralatan, serta kemampuan taktis dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang berpotensi terjadi di wilayah perkotaan.
“Kegiatan latihan ini penting untuk memastikan kesiapan personel, alutsista, kemampuan, dan keterampilan potensi yang ada dalam rangka menghadapi ancaman dan menjaga kedaulatan, khususnya jika terjadi di wilayah perkotaan,” ujar Edy Prakoso.
Ia menambahkan, wilayah Jawa Tengah memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi dalam konteks kebencanaan dan penanganan kedaruratan. Oleh karena itu, pelaksanaan latihan di Cilacap dinilai sangat relevan untuk memperkuat kemampuan lintas instansi, baik dari unsur militer, Basarnas, relawan, maupun pemerintah daerah.
“Dari wilayah Jawa Tengah, wilayah jelajah ini termasuk yang paling banyak dalam penanganan kedaruratan. Karena itu, Basarnas memilih lokasi ini untuk pelaksanaan kegiatan di bangunan perkotaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga mengandung nilai kebangsaan dan kepahlawanan. Dalam kesempatan itu, Edy Prakoso menyebutkan bahwa semangat perjuangan para pahlawan menjadi teladan bagi generasi penerus, termasuk dalam konteks tugas kemanusiaan seperti penanganan bencana.
Tema latihan kali ini mengandung makna ‘pahlawan’ — bukan hanya dalam konteks pertempuran, tapi juga dalam pengabdian kemanusiaan. Kita ingin peserta, terutama para relawan dan pelajar, bisa mengambil nilai-nilai perjuangan itu untuk diterapkan dalam kehidupan dan tugas,” katanya.
Adapun materi latihan Urban SAR kali ini mencakup berbagai skenario penyelamatan di area perkotaan, termasuk evakuasi korban di reruntuhan bangunan, penanganan medis darurat, serta koordinasi antarinstansi sesuai prosedur standar operasi (SOP).
“Nanti saat pelaksanaan, peserta akan melihat secara langsung bagaimana prosedur, mekanisme, dan keterlibatan potensi dalam menghadapi kedaruratan, khususnya di situasi peruntuhan bangunan,” pungkas Mayjen Edy Prakoso.
Pembukaan Latihan Urban SAR di Griya Patra ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana, sekaligus mempererat kolaborasi antara TNI, Basarnas, relawan, dan masyarakat sipil dalam misi kemanusiaan.












