Mangkir Pembinaan, 9 Perangkat Desa Buang Nasi: Arogansi Aparatur Klapagading Kulon
Banyumas – Sembilan perangkat Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, mempertontonkan wajah buruk aparatur desa. Bukan hanya mangkir dari agenda pembinaan disiplin kerja yang digelar Pemerintah Desa pada Senin, 22 Desember 2025, mereka juga tega membuang snack dan nasi kotak yang telah disediakan.
Agenda pembinaan yang seharusnya menjadi ruang evaluasi etos kerja justru diperlakukan seolah tak bermakna. Undangan resmi dari Kepala Desa Klapagading Kulon, Karsono, diabaikan. Lebih memprihatinkan lagi, makanan yang dibagikan malah berakhir di tempat sampah – sebuah tindakan yang mencerminkan ketidakpedulian dan arogansi aparatur.
Kepala Desa Karsono tidak menutupi kekecewaannya. Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk pembangkangan sekaligus kegagalan moral perangkat desa dalam memahami tanggung jawab jabatan.
“Ini bukan sekadar soal absen. Membuang makanan adalah bentuk tidak menghargai kerja pemerintah desa dan kondisi masyarakat,” tegas Karsono.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, perilaku semacam ini menjadi ironi. Aparatur yang digaji negara dan dipercaya melayani warga justru menunjukkan sikap tak disiplin, abai terhadap pembinaan, serta nihil empati.
Peristiwa ini menjadi catatan kelam pemerintahan desa. Ketika pembinaan dianggap remeh dan nasi dibuang tanpa rasa bersalah, yang dipertaruhkan bukan hanya kedisiplinan internal, melainkan juga marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa itu sendiri.

















