Banyumas – Kondisi rumah milik Sulistiono, warga Dusun Curugawu, Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, kini memprihatinkan. Bangunan semi permanen yang terbuat dari gedeg dan kayu itu sudah lapuk dimakan usia hingga nyaris roboh. Sebagian dinding bahkan hanya ditutup dengan kain dan potongan spanduk bekas untuk menahan angin masuk.
Sulistiono, bapak dua anak, mengaku sudah lama menempati rumah tersebut meski kondisinya rusak dan tidak layak huni. Ia terpaksa menutup bagian dinding yang bolong menggunakan kain dan banner bekas agar anak-anaknya tidak kedinginan.
“Ya, karena untuk antisipasi angin masuk yang terlalu besar, jadi saya tutup pakai banner dan kain, karena kan ada anak kecil juga. Mau dibangun belum ada uang. Nyaman nggak nyaman ya, yang jelas nggak nyaman karena rusak semua, bolong semua. Takut ambruk, tapi gimana lagi. Belum pernah dapat bantuan,” ujar Sulistiono.
Setiap kali hujan deras disertai angin kencang, keluarga kecil ini memilih mengungsi karena khawatir rumahnya ambruk. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Pandansari bersama Bhabinkamtibmas setempat turun langsung meninjau lokasi dan memberikan bantuan awal.
Kepala Desa Pandansari, Teguh Utomo, mengatakan pihaknya akan membantu proses administrasi kepemilikan tanah dan berupaya melakukan penanganan darurat agar rumah tidak roboh.
“Yang pertama, kami dari pemerintah desa akan membantu proses alih nama SPPT dari ibu ke anaknya. Setelah itu kami akan lakukan penanganan awal agar rumah ini tidak roboh. Dan kalau ada relawan yang mau membantu, tentu kami sangat berterima kasih,” jelas Teguh.
Pemerintah Desa Pandansari berencana mengajukan rumah milik Sulistiono dalam program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) setelah dokumen kepemilikan tanah selesai.
Sulistiono berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan agar rumahnya dapat segera diperbaiki, sehingga keluarganya bisa tinggal dengan aman dan layak.













