Odong-odong Terjun ke Jurang di Purwojati, Evakuasi Penumpang Berlangsung Dramatis

Odong-odong Terjun ke Jurang di Purwojati, Evakuasi Penumpang Berlangsung Dramatis

Banyumas -Sebuah kendaraan odong-odong yang mengangkut penumpang terperosok ke jurang di wilayah perbukitan Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat sore (10/10/2025).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Video amatir yang beredar memperlihatkan detik-detik dramatis evakuasi para penumpang odong-odong yang terguling di jurang. Dalam rekaman tersebut, terdengar isak tangis dan jeritan panik para penumpang, disertai upaya warga sekitar yang berusaha memberikan pertolongan.
Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan odong-odong yang biasa digunakan sebagai angkutan wisata rakyat itu melintas di jalan menanjak dan menikung tajam di kawasan perbukitan Desa Kaliwangi. Diduga, mesin kendaraan tidak kuat menanjak sehingga mundur tak terkendali dan terjun ke jurang sedalam tiga meter.
Awalnya, odong-odong tersebut melaju dari arah Purwojati menuju Desa Kaliwangi, hendak pulang setelah menghadiri hajatan. Namun, sopir diduga salah memilih jalur yang menanjak dan berbelok tajam. Saat berada di tengah tanjakan, sopir terlambat mengoper gigi ke posisi satu, sehingga mesin kehilangan tenaga. Akibatnya, kendaraan mundur tanpa kendali dan terguling ke jurang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah penumpang — sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak — serta sopir mengalami luka-luka. Mereka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, IPTU Metri Utami, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kelayakan kendaraan tersebut.
> “Kami masih melakukan penyelidikan terkait kelayakan kendaraan ini. Odong-odong tidak memenuhi spesifikasi kendaraan umum penumpang dan tidak layak beroperasi di jalur menanjak seperti itu,” ungkapnya.

Saat ini, Satlantas Polresta Banyumas masih menangani kasus kecelakaan tersebut, termasuk menelusuri kelayakan teknis dan izin operasional kendaraan odong-odong yang diduga tidak memenuhi standar keselamatan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan odong-odong untuk angkutan penumpang, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan, demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *