Operasi Berantas Jaya 8 Hari , 299 Preman dan Ormas Nakal Digulung Jajaran Polres Metro Jakarta Utara

Operasi Berantas Jaya 8 Hari , 299 Preman dan Ormas Nakal Digulung Jajaran Polres Metro Jakarta Utara

Jakarta – Polres Metro Jakarta Utara mengamankan sebanyak 299 orang selama delapan hari pelaksanaan Operasi Berantas Jaya 2025.

Dalam kegiatan Operasi ini difokuskan untuk memberantas praktik premanisme dan aktivitas ormas yang dinilai meresahkan masyarakat serta mengganggu ketertiban umum.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Ahmad Fuady, bahwa dari ratusan orang yang diamankan, sebanyak 25 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena terindikasi kuat melakukan tindak pidana.

Selain itu, 258 orang lainnya menjalani proses pembinaan di Dinas Sosial maupun instansi terkait.

Sementara itu, 16 orang masih dalam tahap pendalaman dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Kegiatan operasi tersebut, polisi menangani berbagai perkara mulai dari kasus pengeroyokan, aksi debt collector ilegal, pemerasan, hingga premanisme yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, beberapa kasus bahkan melibatkan kelompok geng motor.

Kepolisia berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berhasil, antara lain senjata tajam berbagai jenis, pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi, bukti rekaman video, kendaraan bermotor, serta dokumen dan surat-surat kendaraan.

Dari salah satu kasus menonjol yang ditangani melibatkan 19 orang yang diduga sebagai pengelola parkir liar di kawasan Wisma Atlet, Pademangan.

Diketahui kelompok ini, mengatur parkir untuk sekitar 300 unit kendaraan dan memungut biaya bervariasi antara Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu per bulan.

Dari praktik tersebut, kelompok ini diperkirakan meraup omzet hingga Rp90 juta setiap bulannya.

Fuady menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi siapapun yang melakukan praktik-praktik premanisme di wilayah Jakarta Utara.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas serupa yang dapat mengganggu kenyamanan lingkungan atau dunia usaha.

“Apabila masih ada kelompok yang meresahkan dan belum terjaring dalam operasi ini, kami minta masyarakat melapor melalui hotline polisi. Kami akan tindak tegas setiap bentuk gangguan terhadap ketertiban dan keamanan,” ujarnya.

Selama kegiatan delapan hari pelaksanaan operasi, wilayah dengan jumlah penindakan tertinggi tercatat di Penjaringan dengan 45 orang diamankan, disusul Cilincing dengan 36 orang, dan Pademangan dengan 33 orang.

Sementara itu, satuan reserse kriminal juga menangani sebanyak 69 orang yang terkait dengan kasus-kasus pidana.

Operasi Berantas Jaya 2025 ini menjadi langkah konkret Polres Metro Jakarta Utara dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung iklim investasi yang kondusif di wilayahnya.
(Wahyuni adina putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *