Jakarta – Penampakan sampah menggunung di Jalan Reformasi, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Tumpukan sampah ini disebut sudah ada sejak belasan tahun dan penampakannya hampir seperti tempat pembuangan sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Tampak tumpukan sampah berbagai macam jenis telah menumpuk dan menggunung di sebuah lahan kosong yang berada di Kampung Reformasi, Kawasan Nagrak Cilincing di pinggir kali Cakung Drain yang berbatasan dengan wilayah Semper Timur.
Sejumlah kendaraan truk pengangkut sampah terlihat mengantri membawa sampah rumah tangga yang akan dibawa ke TPS tersebut. Di sisi lain, sebuah alat berat tengah memindahkan sampah dari truk. Kehadiran TPS inipun tidak luput dari kehadiran pemulung yang sibuk mencari barang berharga.
Adanya tumpukan sampah yang telah menggunung ini rupanya sempat dikeluhkan warga sekitar. Salah satunya, Ketua RT 07 RW 10 Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Royani. Menurutnya, kehadiran sampah liar yang sudah ada sejak 10 tahun lebih sering memunculkan aroma tidak sedap.
“Ya setahu saya itu kurang lebih hampir 10 tahun deh yang saya tahu nih. Udah agak lama, memang meresahkan sih ya. Pernah dampaknya kena baunya itu saat pas lagi hujan, tuh musim hujan tuh baunya minta ampun,” Kata Royani saat di temui di kediamannya pada Rabu (23/4/2025).
Royani mengatakan, akibat aroma yang tidak sedap yang muncul dari gunung sampah. Warga sekitar sempat memberikan surat keluhan kepada kelurahan hingga melakukan demo, namun hal ini tidak pernah ditanggapi, warga menduga jika lokasi pembuangan sampah tersebut sulit untuk diatasi lantaran penjagaan yang ketat.
“Pernah kita bersurat udah lama cuman agak kurang ditanggepin. Cuman gak tau lah lebih dari mana tuh, apa punya backing-an dia disini. Soalnya keberadaannya kurang lebih ada 10 tahunan, saya aja ngejabat udah 3 periode, kita juga pernah buat demo tapi yah gitu,” Ucapnya.
Royani menyikapi jika warga Semper Timur tidak pernah membuang sampah ke tempat ilegal tersebut. Sebab selama ini warga telah membuang sampah rumah tangga ke tempat yang telah disediakan pihak kelurahan. Warga menduga pembuangan sampah ini dari luar wilayah Cilincing.
“Kalau untuk sampah warga Semper Timur gak buang disitu, kayaknya itu dari luar. Masalahnya mereka itu ada bos-bosnya gitu yang naro sampah disitu. Kita juga udah pernah demo, jadi udah karena gak ditanggepin udah kita jadi lupa,” Tutupnya.
Warga berharap instansi terkait dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jakarta dapat menghentikan sekaligus membongkar Tempat Pembuangan Sampah Liar tersebut yang kerap mengeluarkan aroma tidak sedap dan mengganggu aktifitas warga.
Adapun dari informasi yang dihimpun, kemunculan TPS liar ini terjadi sejak adanya pemberhentian pengiriman sampah pada tahun 2014. Pada saat itu TPST Bantar Gebang mengalami overload, sehingga pengiriman sampah sementara ditempatkan di Nagrak Cilincing. Namun setelah Bantar Gebang kembali berfungsi, TPS liar di Nagrak masih terus berjalan.
(Wahyuni adina putri)











