Pencurian Sapi Hampir 1 Ton di Mayangan Digagalkan Perawat, Pelaku Bersenjata Celurit Kabur

oplus_0
Kota Probolinggo – Aksi pencurian sapi berukuran hampir satu ton terjadi di Jalan Sunan Kalijaga Gang 3, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, pada Minggu (1/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh perawat sapi dan pemiliknya setelah sapi berontak dan mengeluarkan suara keras.

Sapi jenis Simental milik pasangan Satrio (65) dan Rifa Rodiah (52) itu dirawat oleh Sulaiman (60) dan Ani Purwati (50).

Menurut Ani Purwati, kejadian bermula saat pelaku menjebol tembok kandang dan berusaha membawa sapi keluar, sapinya kesakitan kena tembok, dan sapi mejerit dan saya mendengar.

“Awalnya sapi itu meloncat saat dibawa pelaku dari tembok yang dijebol. Kemungkinan sapinya terluka dan kesakitan. Saat ditarik, sapinya jatuh dan bunyinya seperti menjerit,” ujar Ani, saat ditemui di lokasi kejadian. Selasa (3/2/2026).

Suara tersebut membangunkan Ani sekitar pukul 02.00 WIB. Ia langsung keluar rumah dan menjerit untuk memanggil warga. Menyadari aksinya diketahui, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan sapi di lokasi.

“Yang kelihatan cuma tiga orang pelaku, tapi katanya ada sekitar lima orang pelaku, Kemungkinan dua pelaku lain menunggu di mobil,” tambahnya.

Ani juga mengungkapkan bahwa suaminya sempat terlibat perkelahian dengan tiga pelaku. Salah satu pelaku membawa senjata tajam jenis celurit, sementara dua lainnya membawa alat pemukul.

“Pelaku sempat mengacungkan celurit ke suami saya. Untung suami saya membawa pedang. Kalau tidak, mungkin sudah dibacok,” katanya.

Melihat perlawanan tersebut, para pelaku kabur dengan meloncat melewati sapi dan melarikan diri ke arah barat melalui pintu depan dan lorong belakang kandang.

Sementara itu, pemilik sapi Nisa Rodia mengatakan sapi tersebut telah dipelihara selama kurang lebih 2,5 tahun sejak usia delapan bulan. Berat sapi diperkirakan hampir satu ton, meski belum ditimbang kembali.

“Sapi ini jenis Simental. Waktu Idul Adha tahun lalu sempat diajukan oleh tim dinas peternakan untuk dibeli Presiden sebagai hewan kurban, tapi belum masuk bobotnya,” ujarnya.

Ia juga menyebut sapi tersebut pernah ditawar hingga Rp55 juta saat Idul Adha sebelumnya. Hingga kini belum mengetahui harga pasar terbaru.

“Saya bersyukur sapi ini gagal dicuri. Tidak ada orang yang mencurigakan sebelumnya,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada petugas dari Polsek Mayangan maupun Polres Probolinggo Kota yang datang ke lokasi kejadian.

Pihak korban berharap kepolisian meningkatkan patroli, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Kami berharap keamanan lebih ditingkatkan karena menjelang Ramadan biasanya angka kejahatan meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *