Petani Banyumas Kembangkan Olahan Girut, Siap Merambah Pasar Nasional dan Internasional

Petani Banyumas Kembangkan Olahan Girut, Siap Merambah Pasar Nasional dan Internasional

Banyumas – Petani di Desa Sanggerman, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai mengembangkan olahan Girut, sejenis singkong lokal yang dikenal juga dengan nama Sahgu, untuk dipasarkan secara luas, termasuk ke luar kota bahkan pasar internasional.
Adalah Ruskin Ikin, salah satu pengembang olahan Girut warha Desa Sanggreman, menjelaskan bahwa tanaman ini memiliki manfaat kesehatan yang tinggi, terutama untuk penderita lambung. “Kalau diolah menjadi tepung atau kerupuk, Girut sangat bagus untuk lambung dan kandungan gizinya tinggi,” kata Ruskin.
Girut yang awalnya banyak tumbuh liar, kini dibudidayakan secara terencana. “Kami mulai menanam di lahan yang sebelumnya kosong.
Tanamannya relatif mudah tumbuh dan akan berbuah. Setelah panen, baru kita olah untuk produksi massal,” ujarnya. Masa tanam Girut sendiri berkisar antara delapan hingga sembilan bulan, serupa dengan singkong.
Selain untuk kebutuhan lokal, Ruskin menilai pasar olahan Girut memiliki potensi yang besar. “Pasar untuk olahan Girut sangat tinggi, terutama untuk merambah ke luar negeri. Kami ingin mengenalkan Girut agar masyarakat luas tahu manfaatnya, sekaligus membuka peluang bagi para petani lokal,” jelasnya.
Pengembangan Girut juga dianggap sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan lahan kosong, para petani dapat menambah penghasilan dari hasil panen dan olahan Girut.
Ruskin menambahkan, setelah pilot project ini berhasil, program ini akan diperluas agar petani setempat dapat menanam Girut secara mandiri dan menjalin kemitraan produksi.
“Harapannya, kita bisa memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk kegiatan produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menjadikan Girut sebagai salah satu komoditas unggulan Banyumas,” tutup Ruskin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *