PT KAI Daop 9 Jember Sidak Kesiapan Operasional Jelang Nataru Petak Bangil – Klakah

Kota Probolinggo – Menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 –2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember melakukan serangkaian inspeksi untuk memastikan kesiapan operasional.

Kepala Daop 9 Jember, Hengky Prasetyp, bersama jajarannya meninjau langsung kondisi lapangan menggunakan lori inspeksi di Stasiun Pasuruan hingga Stasiun Probolinggo.

Hengky menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rosyidin, untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Nataru berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, khususnya dalam aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta peningkatan jumlah penumpang.

Terkait kemungkinan penambahan armada selama masa angkutan Nataru, Hengky mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan kajian bersama Kantor Pusat KAI.

“Untuk penambahan armada, kami masih mengkaji bersama kantor pusat karena berkaitan dengan ketersediaan sarana. Demi alasan keselamatan, kami pertimbangkan apakah perlu menambah KA atau tetap tanpa formasi tambahan,” ujarnya, Rabu (18/11/2025).

Keputusan final terkait penambahan kereta atau gerbong akan diumumkan setelah evaluasi selesai.

Pada inspeksi tersebut, Daop 9 memeriksa berbagai komponen operasional, mulai dari jalur rel, jembatan, sistem persinyalan, fasilitas stasiun, hingga kesiapan layanan penumpang.

“Kami bersama tim operasional, sarana, dan prasarana memastikan seluruh unit siap mendukung keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para penumpang,” tambah Hengky.

Sebelumnya, KAI juga telah melaksanakan ram check bersama pemerintah dan Dinas Perhubungan untuk memastikan seluruh fasilitas pelayanan memenuhi standar. Beberapa temuan di lapangan akan segera ditindaklanjuti sebelum masa angkutan Nataru berlangsung.

PT KAI Daop 9 turut memberi perhatian khusus pada dua titik rawan di wilayah Probolinggo, Pasuruan, dan Kraton.

“Dua jembatan di wilayah tersebut sudah kami tinggikan. Jadi ketika ada kiriman air dari hulu, insyaAllah tidak mengganggu posisi jembatan maupun jalur kereta,” jelasnya.

Selain itu, KAI juga melakukan pengecekan serta pergantian wesel di jalur petak Bangil – Klakah untuk memastikan keandalan operasi kereta.

Hengky menyebut, pertumbuhan jumlah penumpang pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 8 persen. Dengan meningkatnya minat masyarakat, Daop 9 terus berupaya menambah kapasitas kereta maupun fasilitas penunjang lainnya.

“Kami sudah menyiapkan sistem untuk menghadapi lonjakan penumpang. Jika antusiasme meningkat signifikan, kami laporkan ke kantor pusat agar penambahan kereta dan fasilitas dapat segera dipertimbangkan,” ujarnya.

Selain penguatan operasional, turut dibahas pula rencana perpanjangan layanan kereta Commuter Line dari Pasuruan hingga Probolinggo, sesuai usulan Pemerintah Kota Probolinggo.

“Usulan perpanjangan rute Commuter Line saat ini masih dalam proses pembahasan di kantor pusat PT KAI,” tegas Hengky.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *