Lhokseumawe, Januari 2026 – PT Perta Arun Gas (PAG) melaksanakan rangkaian Exercise Manuvra ISPS Code sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan fasilitas pelabuhan dan perairan terbatas dari potensi ancaman keamanan maritim.
Kegiatan ini mengusung tema “Pengoperasian Drone pada Area Terbatas serta Ancaman Sabotase” dan dilaksanakan di perairan Jetty 2 wilayah PT Perta Arun Gas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Refresment ISPS Code pada tanggal 14 Januari 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan seluruh personel terkait terhadap implementasi ISPS Code.
Selanjutnya, pada tanggal 15 Januari 2026 dilaksanakan Exercise Manuvra ISPS Code dengan skenario pengoperasian drone tanpa izin di area terbatas serta potensi ancaman sabotase terhadap fasilitas vital perusahaan.
Kegiatan exercise manuvra ini melibatkan sejumlah stakeholder terkait, antara lain KSOP Kelas IV Lhokseumawe, Polsek Muarasatu Lhokseumawe, serta Koramil Muarasatu Lhokseumawe, sebagai wujud sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi dan menangani potensi situasi darurat di wilayah pelabuhan dan perairan yang berada dalam lingkup penerapan ISPS Code.
Exercise Manuvra ISPS Code ini dilaksanakan secara simultan dan bersamaan dengan kegiatan Oil Spill Response yang juga diselenggarakan oleh PT Perta Arun Gas.
Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut bertujuan untuk menguji efektivitas sistem komunikasi darurat, koordinasi antar fungsi, serta kesiapan seluruh personel dan stakeholder dalam menghadapi kondisi darurat yang terjadi di wilayah ISPS Code PT Perta Arun Gas.
Vice President Production PT Perta Arun Gas, Bapak Taufik Widayat, menyampaikan bahwa kegiatan Exercise Manuvra ISPS Code ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan fasilitas operasional.
“Exercise Manuvra ISPS Code ini merupakan langkah strategis PT Perta Arun Gas untuk memastikan kesiapan personel, sistem, serta koordinasi dengan stakeholder terkait dalam menghadapi potensi ancaman keamanan, termasuk ancaman berbasis teknologi seperti penggunaan drone serta risiko sabotase. Pelaksanaan yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan Oil Spill Response juga menjadi sarana untuk menguji keandalan komunikasi dan pengambilan keputusan dalam situasi darurat,” ujar Bapak Taufik Widayat selaku VP Production PT Perta Arun Gas.
Melalui pelaksanaan exercise ini, PT Perta Arun Gas berharap seluruh unsur yang terlibat semakin siap, sigap, dan terkoordinasi dalam menjaga keamanan fasilitas, mendukung kelancaran operasional, serta memastikan kepatuhan terhadap ketentuan ISPS Code yang berlaku.
(Wahyuni adina putri)











